Solar di Sumsel Langka
Solar Langka, Pengendara Mobil Asal Banyuasin Rela Datang ke Palembang Demi Dapatkan BBM Subsidi
Solar subsidi kembali langka di Palembang! Sopir asal Banyuasin terpaksa berburu hingga SPBU Punti Kayu, antrean kendaraan mengular panjang.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Kelangkaan solar bersubsidi di Palembang kembali memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, terutama di kawasan Punti Kayu.
- Para pengemudi, termasuk dari luar kota seperti Banyuasin, rela menempuh jarak jauh demi mendapatkan solar yang masih tersedia meski harus menunggu berjam-jam.
- Warga mendesak pihak berwenang segera mencari solusi permanen karena situasi ini mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
SRIPOKU.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi kembali dikeluhkan oleh para pengemudi kendaraan di Kota Palembang dan sekitarnya.
Antrean kendaraan berbadan besar maupun minibus berbahan bakar diesel tampak kembali mengular dan memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih memiliki stok.
Kelangkaan solar ini mencuat ke publik setelah sebuah video di platform TikTok mendadak viral dan diunggah ulang oleh akun Instagram lokal @oypalembang, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Bukan karena Pasokan Berkurang, Terkuak Sebab BBM Subsidi di SPBU Lintas OKU Timur Cepat Habis
Video tersebut memperlihatkan pemandangan antrean kendaraan yang mengular panjang hingga memadati area luar SPBU Punti Kayu Palembang, salah satu titik yang terpantau masih menyediakan solar.
Rela Berburu Lintas Kabupaten Demi Solar
Perekam sekaligus pembuat konten video tersebut, @zainalimamfajri, mengungkapkan perjuangan beratnya demi bisa mendapatkan beberapa liter solar subsidi.
Ia mengaku harus menempuh perjalanan jauh melintasi batas wilayah dari Kabupaten Banyuasin menuju Palembang hanya untuk mencari SPBU yang masih membuka pengisian solar.
"Dari seberang JM Sukarami aku liat sudah mulai padet. Kami dari Banyuasin nyari solar sampe ke Punti Kayu. Caknyo nak berangkat dari sore ini (kalau mau dapat cepat)," keluh Zainal dalam narasinya menggunakan bahasa daerah.
Meski pasokan solar di SPBU Punti Kayu terpantau tersedia, para pengendara harus menebusnya dengan waktu mengantre yang memakan durasi berjam-jam akibat membeludaknya volume kendaraan.
"Alangkah ramainya kami nak nyari solar. Pokoknya untuk kalian yang nyari Solar, POM Bensin Punti Kayu tersedia tapi ngantri," tambahnya mengingatkan pengendara lain.
Sopir Antre Hingga 12 Jam
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kondisi ini membuat para sopir truk dan kendaraan angkutan harus mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan pasokan solar.
Salah satunya terjadi di SPBU Megang, Lubuklinggau, Kamis (21/5/2026).
Sapri, seorang sopir truk, mengaku sudah mengantre sejak pukul 05.00 WIB dan belum tentu mendapatkan solar pada hari yang sama.
“Sudah antre dari pukul 05.00 WIB dan paling dapatnya pukul 16.00 WIB,” ujarnya.
Ia mengatakan, kelangkaan solar sudah berlangsung hampir dua pekan dan semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Hampir seluruh SPBU di Lubuklinggau mengalami antrean panjang, bahkan di SPBU Wijaya antrean kendaraan disebut mencapai lebih dari satu kilometer.
“Sekarang banyak SPBU yang habis solarnya,” kata Sapri.
Menurutnya, kondisi ini membuat para sopir kesulitan menjalankan pekerjaan karena sering kali tidak mendapatkan BBM meski sudah mengantre lama.
“Kadang sudah antre panjang, pas giliran kita malah habis,” ujarnya.
Kelangkaan solar juga berdampak pada aktivitas para sopir angkutan barang dan pedagang keliling. Jika tidak mendapatkan solar, mereka terpaksa menghentikan operasional.
“Saya ini sopir, kalau tidak ada solar otomatis libur ngantar pedagang jualan keliling,” ungkapnya.
Sapri menambahkan, membeli solar eceran bukan pilihan karena harganya jauh lebih mahal dibanding di SPBU.
"Untuk 30 liter solar eceran, harganya bisa mencapai sekitar Rp400 ribu, sementara di SPBU hanya sekitar Rp6.800 per liter,' ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kolase-Antre-Solar-di-Punti-Kayu.jpg)