Harga Karet

Harga Karet di Sumsel Turun Tipis Hari Ini 11 Mei, Masih Bertahan di Harga Rp38 Ribu per Kilogram

Harga karet di Sumatera Selatan pada perdagangan Senin (11/5/2026) mengalami penurunan tipis.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Handout
HARGA KARET - Sejumlah petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat memanen hasil karet. Harga karet di Sumatera Selatan pada perdagangan Senin (11/5/2026) mengalami penurunan tipis dibandingkan akhir pekan lalu. Meski turun sekitar Rp265 per kilogram, harga karet dinilai masih cukup baik karena tetap bertahan di atas Rp38 ribu per kilogram untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Harga karet di Sumatera Selatan pada perdagangan Senin (11/5/2026) mengalami penurunan tipis dibandingkan akhir pekan lalu
  • Meski turun sekitar Rp265 per kilogram, harga karet dinilai masih cukup baik karena tetap bertahan di atas Rp38 ribu per kilogram untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen
  • Berdasarkan data SGX Sicom, harga karet dunia tercatat di level US 220,9 per kilogram dengan kurs Rp17.288 per dolar AS, sehingga harga KKK 100 persen berada di angka Rp38.189 per kilogram

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Harga karet di Sumatera Selatan pada perdagangan Senin (11/5/2026) mengalami penurunan tipis dibandingkan akhir pekan lalu.

Meski turun sekitar Rp265 per kilogram, harga karet dinilai masih cukup baik karena tetap bertahan di atas Rp38 ribu per kilogram untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.

Berdasarkan data SGX Sicom, harga karet dunia tercatat di level US 220,9 per kilogram dengan kurs Rp17.288 per dolar AS, sehingga harga KKK 100 persen berada di angka Rp38.189 per kilogram.

Sekretaris Jenderal DPW Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan koreksi harga di awal pekan merupakan bagian dari konsolidasi pasar setelah sebelumnya mengalami penguatan.

“Harga karet masih bertahan di atas level psikologis Rp38 ribu per kilogram. Ini menunjukkan permintaan pasar masih cukup kuat,” ujarnya.

Menurut Rudi, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi petani karet di Sumsel, meski pasar global saat ini masih bergerak fluktuatif.

Ia juga mengingatkan petani untuk menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) agar memperoleh harga jual yang lebih baik di tingkat pengepul maupun pabrik.

Sementara itu, petani karet asal Sumsel, Romi, mengaku bersyukur harga karet masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, ia mengkhawatirkan produksi getah akan menurun saat musim kemarau tiba.

“Biasanya kalau musim kemarau daun karet gugur dan produksi getah berkurang,” katanya.
Romi berharap harga karet tetap stabil sehingga dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarga, terutama menjelang tahun ajaran baru sekolah.

“Kalau harga tetap bagus walaupun produksi turun masih bisa tertolong,” ujarnya.

Berikut rincian harga karet berdasarkan kadar KKK:

KKK 100 persen: Rp38.189/kg
KKK 70 persen: Rp26.732/kg
KKK 60 persen: Rp22.913/kg
KKK 50 persen: Rp19.095/kg
KKK 40 persen: Rp15.276/kg
KKK 30 persen: Rp11.457/kg

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved