Kebakaran di Satu Ilir

Ditelpon Anak dari Malaysia, Nelayan di Palembang Baru Tahu Rumah Ibunya Hangus Terbakar

Api yang muncul sekitar pukul 18.25 WIB tersebut dengan cepat menghanguskan bangunan warga dalam waktu singkat.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Linda Trisnawati
BERI KETERANGAN - M Zen saat melihat rumah yang ditempati ibunya terbakar, Senin (11/5/2026). Sedikitnya 10 rumah hangus terbakar akibat musibah kebakaran di 1 Ilir Palembang. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 10 rumah di kawasan padat penduduk Jalan Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, ludes terbakar
  • Api yang muncul sekitar pukul 18.25 WIB tersebut dengan cepat menghanguskan bangunan warga dalam waktu singkat.
  • Salah satu korban, M Zen Hendri (61), mengaku baru mengetahui musibah yang menimpa rumah ibunya setelah mendapat panggilan telepon dari anaknya yang bekerja di Malaysia.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Sebanyak 10 rumah di kawasan padat penduduk Jalan Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, ludes terbakar pada Minggu (10/5/2026) malam. 

Api yang muncul sekitar pukul 18.25 WIB tersebut dengan cepat menghanguskan bangunan warga dalam waktu singkat.

Salah satu korban, M Zen Hendri (61), mengaku baru mengetahui musibah yang menimpa rumah ibunya setelah mendapat panggilan telepon dari anaknya yang bekerja di Malaysia.

"Habis Isya ditelepon anak yang di Malaysia, dia nanya rumah nenek apa terbakar. Karena saya tidak tahu, saya cari informasi dan ternyata benar," ujar Zen saat diwawancarai di lokasi, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Kondisi Terkini Pasca Kebakaran di 1 Ilir Palembang, Warga Mulai Mengungsi ke Posko Darurat

Zen yang berprofesi sebagai nelayan menjelaskan bahwa saat ia tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB, rumah kayu yang ditempati ibunya, Danila (85), sudah rata dengan tanah. 

Rumah tersebut juga dihuni oleh dua saudaranya, Paul yang merupakan penyandang disabilitas bisu, serta Aman.

Berdasarkan informasi yang diterima Zen, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik saat penghuni rumah sedang memasak nasi. 

Api kemudian menyambar tabung gas dan merambat dengan cepat ke bangunan lain.

“Saya datang rumah yang ibu tempati sudah habis. Hanya rumah yang dari semen itu masih ada api. Sebab ini bukan rumah ibu melainkan rumah pak Mamat yang kami diberikan izin tinggal di sini,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada para korban kebakaran yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut.

“Kami mohon bantuan kepada pemerintah, karena ini musibah. Dalam satu jam rumah habis,” katanya.

Warga juga menyebut proses pemadaman sempat terkendala karena kondisi air sungai yang sedang surut sehingga petugas kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memadamkan api.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved