Bus Terbakar di Muratara
Satu Keluarga Asal Lampung Jadi Korban Kecelakaan Bus ALS, Sempat Tertinggal Bus Lain
Pasangan suami istri beserta seorang balita asal Lampung menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut Bus ALS.
Ringkasan Berita:
- Pasangan suami istri beserta seorang balita asal Lampung menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut Bus ALS.
- Ketiga korban yakni Aldi Sulistiawan (26), istrinya Rani (24), dan putri mereka Bela (20 bulan), meninggal dunia setelah bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan
- Awalnya, mereka telah memesan tiket Bus PO Handoyo untuk keberangkatan Minggu, namun karena terlambat tiba di terminal, mereka tertinggal bus tersebut.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pasangan suami istri beserta seorang balita asal Lampung menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut Bus ALS.
Ketiga korban yakni Aldi Sulistiawan (26), istrinya Rani (24), dan putri mereka Bela (20 bulan), meninggal dunia setelah bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju Pekanbaru.
Ketinggalan Bus Lain
Ayah korban Aldi, Anwarudin (54), mengungkapkan bahwa anak dan menantunya tersebut sebenarnya tidak direncanakan naik Bus ALS.
Awalnya, mereka telah memesan tiket Bus PO Handoyo untuk keberangkatan Minggu, namun karena terlambat tiba di terminal, mereka tertinggal bus tersebut.
Baca juga: Sopir Truk Tangki BBM yang Jadi Korban Ternyata Keluarga Bupati Muratara, Nenek Kami Dua Beradik
"Karena yang tersedia hanya Bus ALS, mereka terpaksa naik bus itu pada hari Selasa. Saya sendiri yang ikut mengantar mereka. Terakhir komunikasi sekitar pukul 12.00 WIB, Aldi sempat mengabarkan kalau busnya sempat mogok," ujar Anwarudin saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (7/5/2026).
Pihak keluarga mengaku baru mengetahui informasi kecelakaan tersebut dari pihak PO ALS dan langsung bergegas ke Palembang untuk memastikan kondisi korban.
Hingga saat ini, jenazah ketiga korban masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara sebelum dipulangkan ke kediaman mereka di Lampung.
Hambali (43), ayah dari korban Rani, menambahkan bahwa pasangan muda tersebut berniat merantau ke Pekanbaru untuk bekerja di perkebunan sawit.
Baca juga: Herman Deru Bantah Bus ALS Kecelakaan di Muratara Gegara Jalan Rusak: Belum Bisa Disimpulkan
Ini merupakan pengalaman pertama mereka pindah ke luar daerah demi mencari nafkah.
"Aldi dan Rani sama-sama anak pertama, dan Bela adalah cucu pertama kami. Kami sangat sedih, apalagi ini pertama kali mereka mau merantau," kata Hambali dengan nada duka.
Menurut Hambali, Rani dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Ia mengaku kesedihan yang dirasakan keluarga saat ini sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Sedih sekali,” katanya.
Hingga saat ini, pihak keluarga menyatakan belum menerima informasi lebih lanjut dari manajemen PO ALS terkait tanggung jawab atas insiden tersebut.
Keluarga berharap pihak perusahaan bus dapat memberikan pertanggungjawaban penuh kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.
| Sopir Truk Tangki BBM yang Jadi Korban Ternyata Keluarga Bupati Muratara, 'Nenek Kami Dua Beradik' |
|
|---|
| Herman Deru Bantah Bus ALS Kecelakaan di Muratara Gegara Jalan Rusak: Belum Bisa Disimpulkan |
|
|---|
| Sejarah Panjang Bus ALS yang Kecelakaan di Muratara, PO Legendaris Keluarga Lubis Berdiri Sejak 1966 |
|
|---|
| Ada Warga Lubuklinggau yang Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara, Ini Cerita Pemilik Loket ALS |
|
|---|
| Herman Deru Klaim 90 Persen Jalan Sumsel Mulus, Bantah Kecelakaan Bus di Muratara Gegara Jalan Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Anwarudin-ayah-korban.jpg)