Kok Bisa Minyak Dunia Pengaruhi Harga Plastik Naik Drastis? Disdag Sumsel: Ini Masalah Serius

Kenaikan harga plastik dipicu harga dan pasokan minyak dunia yang saat ini melonjak drastis.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Linda Trisnawati
NAIK DRASTIS - Suasana toko plastik di Pasar KM 5 milik Hendri, Senin (6/4/2026). Sejumlah pedagang mengeluh karena harga plastik naik drastis pasca momen lebaran 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga plastik dipicu harga dan pasokan minyak dunia yang saat ini melonjak drastis.
  • Rantai pasok bahan baku plastik kini terganggu akibat konflik di Timur Tengah.
  • "Intinya pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi saat ini," kata Kepala Disdag Sumsel.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di beberapa tempat, pedagang maupun masyarakat mengeluh akan mahalnya harga kantong plastik pasca lebaran 2026.

Menurut analisa Dinas Perdagangan Sumsel, kenaikan harga plastik dipicu harga dan pasokan minyak dunia yang saat ini melonjak drastis.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Henny Yulianti, mengatakan rantai pasok bahan baku plastik kini terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Sebab, bahan baku plastik seperti polipropilena sangat bergantung pada minyak bumi. 

Oleh karena itu, gangguan tersebut tidak bisa dianggap sepele.

Baca juga: Harga Plastik di Palembang Naik Dua Kali Lipat, Pedagang dan UMKM Mengeluh

Dijelaskannya, sekitar 25 persen ekspor minyak dunia berasal dari kawasan Timur Tengah dan sebagian besar distribusinya melewati Selat Hormuz, sehingga berpotensi mengganggu rantai pasok global. 

"Hal ini tentu berpotensi mengakibatkan rantai pasok ikut terganggu,” kata Henny saat dihubungi Sripoku.com, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, dampak kondisi geopolitik global tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga dunia industri yang bergantung pada bahan penolong berbasis plastik.

Menurut Henny, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat yaitu Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan untuk memantau perkembangan serta menyiapkan langkah mitigasi.

"Intinya pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi saat ini. 
Pemerintah pusat tengah mencari jalur alternatif untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku plastik," ungkapnya. 

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk mulai mengurangi penggunaan plastik, khususnya dalam kebutuhan rumah tangga, misalnya dengan membawa kantong belanja sendiri.

Baca juga: UMKM di Palembang Menjerit, Harga Plastik Melonjak Drastis Pasca Lebaran

Ia menambahkan, langkah efisiensi tersebut tidak hanya sebagai respons terhadap potensi gangguan pasokan global, tetapi juga dapat membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Untuk masyarakat, pengurangan penggunaan plastik masih bisa dilakukan. Namun bagi industri, diperlukan langkah khusus karena dampaknya terhadap harga makanan sudah mulai terasa,” katanya.

Selain pengurangan plastik, masyarakat juga diminta melakukan penghematan dalam penggunaan bahan bakar minyak dan listrik sebagai langkah antisipasi terhadap dampak lanjutan dari gejolak global.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved