DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar

Menuai Polemik, DPRD Sumsel Pastikan Pengadaan Meja Biliar dan Alat Gym Mewah Dibatalkan

"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat signifikan, maka pengadaan tersebut ditinjau ulang bahkan dibatalkan...."

|
Penulis: Arief Basuki | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
ILUSTRASI MAIN BILIAR - Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialde memastikan rencana pengadaan meja biliar di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel ditinjau ulang atau dibatalkan dan akan dialihkan ke penggunaan yang lebih efektif dan efisiensi. 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Sumsel membatalkan pengadaan meja biliar dan alat gym ratusan juta rupiah setelah mendapat protes keras terkait pemborosan anggaran.
  • Ketua DPRD Sumsel memastikan setiap rencana belanja akan ditinjau ulang dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi di tengah pemotongan dana transfer pusat.
  • Meski beberapa item dibatalkan, publik masih menyoroti tingginya anggaran renovasi ruangan fraksi dan fasilitas meubelair yang mencapai miliaran rupiah.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya resmi membatalkan rencana pengadaan dua unit meja biliar senilai Rp486,9 juta yang semula dialokasikan dalam APBD 2026.

Langkah ini diambil setelah rencana fasilitas mewah tersebut memicu polemik dan kritik tajam dari masyarakat.

Sumber di internal Sekretariat DPRD Sumsel mengonfirmasi bahwa pembatalan tidak hanya menyasar meja biliar, tetapi juga sejumlah pengadaan fasilitas rumah dinas lainnya yang dinilai tidak mendesak.

"Pastinya sudah dibatalkan, termasuk pengadaan meja biliar dan beberapa item lainnya," ujar pihak Sekretariat yang enggan disebutkan namanya, Senin (9/3/2026).

Klarifikasi Ketua DPRD Sumsel
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebelumnya baru masuk dalam tahap perencanaan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP dan belum ada transaksi pembelian.

Andie, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel, awalnya merencanakan fasilitas tersebut sebagai tempat alternatif latihan bagi atlet biliar daerah.

Namun, ia menegaskan pihaknya tetap memprioritaskan aspirasi masyarakat terkait efisiensi anggaran.

"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat signifikan, maka pengadaan tersebut ditinjau ulang bahkan dibatalkan. Kami berterima kasih atas masukan dari rekan-rekan media dan masyarakat," tegas legislator Partai Golkar tersebut.

Daftar Pengadaan yang Dibatalkan/Disorot
Berdasarkan data SIRUP per 7 Maret 2026, terdapat sejumlah paket pengadaan fasilitas rumah dinas pimpinan yang memiliki nilai fantastis di tengah kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD):

Nama Pengadaan        Peruntukan                        Nilai Anggaran      Status
2 Meja Biliar                  Ketua & Wakil Ketua III     Rp486,9 Juta       Dibatalkan
Alat Gym                        Wakil Ketua III                    Rp395 Juta          Dibatalkan
Meubelair                      Wakil Ketua I                      Rp2,3 Miliar          Disorot
Lampu Gantung Hias   Wakil Ketua I                      Rp604,6 Juta        Disorot
Heat Pump                    Wakil Ketua III                    Rp776 Juta            Disorot
2 Roller Blind                 Wakil Ketua II                     Rp634 Juta            Disorot

Renovasi Fraksi dan Belanja Rutin
Selain fasilitas rumah dinas, anggaran renovasi interior ruangan fraksi juga menjadi sorotan. Sebanyak lima ruangan fraksi (PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Golkar) masing-masing dianggarkan sebesar Rp1 miliar, meski renovasi serupa sudah berjalan sejak awal 2025. Bahkan, khusus untuk ruang Fraksi Demokrat, terdapat tambahan pengadaan meubelair sebesar Rp2,4 miliar.

Di sisi lain, Sekretariat DPRD Sumsel juga mengalokasikan belanja jasa rutin semester I tahun 2026 yang meliputi:

Jasa Keamanan: Rp2,3 Miliar.
Jasa Tenaga Kebersihan: Rp1,7 Miliar.
Jasa Tenaga Pengemudi: Rp1 Miliar.

Pembatalan sejumlah item mewah ini diharapkan dapat meredam keresahan publik dan mengalihkan anggaran ke program yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat Sumatera Selatan secara langsung.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Akses Vital Desa Pusar OKU Kembali Terhubung dengan Diresmikannya Jembatan Gantung Garuda

Baca juga: Pasangan Lebih Muda Setengah Abad, Pria Ini Izin Ingin Menikah Lagi, Berujung Tewas di Tangan Istri

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved