Try Sutrisno Meninggal Dunia
Wapres ke-6 Try Sutrisno Wafat, Instansi Pemerintahan di Palembang Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Pantauan di lapangan, pengibaran bendera setengah tiang mayoritas dilakukan oleh instansi pemerintahan.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengikuti instruksi pemerintah pusat untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang, sebagai bentuk berkabung atas meninggalnya Wakil Presiden ke-6, Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno
- Pantauan di lapangan, pengibaran bendera setengah tiang mayoritas dilakukan oleh instansi pemerintahan, Selasa (3/3/2026)
- Namun, ada beberapa instansi yang tetap memasang bendera secara penuh, dan untuk kediaman pribadi maupun swasta
SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengikuti instruksi pemerintah pusat untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang, sebagai bentuk berkabung atas meninggalnya Wakil Presiden ke-6, Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno, Selasa (3/3/2026).
Pantauan di lapangan, pengibaran bendera setengah tiang mayoritas dilakukan oleh instansi pemerintahan.
Namun, ada beberapa instansi yang tetap memasang bendera secara penuh, dan untuk kediaman pribadi maupun swasta, pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang masih terbatas.
Instruksi ini berdasarkan surat pemberitahuan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia mengenai pengibaran bendera setengah tiang dan penetapan hari berkabung nasional atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno pada 2 Maret 2026 di Jakarta.
Dalam surat tersebut, diminta agar bendera negara dikibarkan setengah tiang di seluruh pelosok tanah air selama 3 hari berturut-turut, yakni mulai 2–4 Maret 2026, yang ditetapkan sebagai hari berkabung
Permintaan Terakhir Try Sutrisno sebelum Wafat
Diketahui Try Sutrisno meninggal dunia di usia 90 tahun, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pukul 06.58 WIB.
Anak Try, Taufik Dwi Cahyono mengatakan kalau sang ayah sudah dirawat sejak 16 Februari 2026.
Meski begitu, ia mengatakan kalau Try Sutrisno tidak menderita penyakit khusus sebelum dibawa ke rumah sakit.
"Bapak memang karena sudah usia, semua menurun umur segitu, gak ada yang spesial sakit khusus," kata Taufik dikutip dari Youtube Kompas TV, Senin.
Ia menjelaskan, terakhir kali dibawa ke rumah sakit, Try Sutrisno mengalami penurunan selera makan.
"Menurun kemampuan napasnya, selera makan turun, tidak ada penyakit yang luar biasa. Susah makan, susah minum, dehidrasi, bawa ke RS," jelasnya.
Taufik memastikan kalau kondisi itu memang sudah sering terjadi pada sang ayah.
"Biasa bolak balik. Alhamdulillah bapak tidak menderita sakit lama, memang sudah usia," jelasnya.
Sejak dibawa ke RSPAD 16 Februari karena penurunan selera makan, kata dia, kondisi sang ayah sempat naik turun.
| Permintaan Terakhir Try Sutrisno sebelum Wafat Diungkap, Sudah Bicara soal Kematian ke sang Anak |
|
|---|
| Sandiaga Uno Kenang Try Sutrisno sebagai Prajurit Teladan, Ungkap Warisan Mantan Wapres RI 'Teguh' |
|
|---|
| Istana Sampaikan Duka Mantan Wapres RI Try Sutrisno Tutup Usia, Minta Atensi Terbaik untuk Almarhum |
|
|---|
| Profil Try Sutrisno Eks Wapres RI Meninggal Hari Ini, Pernah Terlibat Operasi Pembebasan Irian Barat |
|
|---|
| Breaking News Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun, Sempat Dirawat di RS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/BENDERA-SETENGAH-TIANG-1.jpg)