Warga Sumsel Terlantar di Kamboja
Belasan Pemuda Sumsel Terlantar di Kamboja, Gubernur Herman Deru Imbau Warga Waspada Penipuan Loker
Dalam video yang beredar, para pemuda tersebut mengaku tidak memiliki ongkos untuk kembali ke Indonesia.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pemuda yang mengaku berasal dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), viral di media sosial setelah menyampaikan keluhan karena terlantar di Kamboja
- Dalam video yang beredar, para pemuda tersebut mengaku tidak memiliki ongkos untuk kembali ke Indonesia
- Mereka meminta bantuan kepada Gubernur Sumsel serta Wali Kota Palembang agar dapat difasilitasi untuk pulang ke Tanah Air
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Sejumlah pemuda yang mengaku berasal dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), viral di media sosial setelah menyampaikan keluhan karena terlantar di Kamboja.
Dalam video yang beredar, para pemuda tersebut mengaku tidak memiliki ongkos untuk kembali ke Indonesia.
Mereka meminta bantuan kepada Gubernur Sumsel serta Wali Kota Palembang agar dapat difasilitasi untuk pulang ke Tanah Air.
Para pemuda itu mengaku berangkat ke luar negeri karena dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar.
Namun setibanya di Kamboja, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah jelas. Mereka bahkan menyebut sempat dijanjikan bekerja di restoran, tetapi hingga kini tidak pernah benar-benar dipekerjakan.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan para pemuda yang terlantar itu.
“Saya sudah telepon langsung. Ada yang berasal dari Tangga Buntung, Makrayu, Kertapati dan lain-lain. Totalnya ada sekitar 15 orang,” kata Deru, Kamis (19/2/2026).
Ia memastikan, para pemuda tersebut saat ini telah mendapatkan penanganan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh (KBRI).
Kebutuhan makan dan minum mereka telah dipenuhi sambil menunggu proses pemulangan.
“Terima kasih kepada KBRI yang sudah mengurus mereka. Nanti akan dipulangkan menggunakan pesawat. Keluarga tidak perlu khawatir karena semuanya sudah ditangani,” katanya.
Herman Deru juga mengimbau seluruh pemuda di Sumsel, baik laki-laki maupun perempuan, agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi, seperti Rp 12 juta per bulan, tanpa kejelasan jenis pekerjaan dan prosedur resmi.
“Jangan mudah tergiur gaji besar tanpa ditanya kemampuan apa dan pekerjaan apa yang jelas. Harus berhati-hati agar tidak menjadi korban,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak melalui jalur resmi dan tidak memiliki kejelasan kontrak kerja.
| 14 Warga Palembang Jadi Korban TPPO di Kamboja, Polisi Imbau Waspada Tawaran Kerja ke Luar Negeri |
|
|---|
| Cerita Ryansyah Warga Palembang Tergiur ke Kamboja Karena Gaji Besar, Kerap Dicambuk dan Diseterum |
|
|---|
| 15 Warga Palembang yang Sempat Terlantar di Kamboja Akan Dapat Modal Usaha dari Gubernur Herman Deru |
|
|---|
| 14 Warga Palembang Terjebak di Kamboja, Ada Kisah Pria Asal 7 Ulu Dicambuk dan Disetrum |
|
|---|
| Kondisi Satu dari 14 Warga Palembang yang Terjebak di Kamboja Bikin Deru Haru, Terlihat Lebih Kurus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/VIDEO-CALL-HERMAN-DERU.jpg)