Berita Palembang

2030 Sumsel Targetkan Nol Kematian Dengue, 5.000 Murid SD di Palembang Jadi Sasaran Vaksinasi Gratis

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan Program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Linda Trisnawati
FOTO BERSAMA - Peluncuran Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Kota Palembang yang diadakan di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dan dihadiri secara langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (18/2/2026). Sumsel menargetkan nol kematian dengue 2030. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan Program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue
  • Sumsel menargetkan nol kematian dengue pada 20230 mendatang. 
  •  Palembang ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas dengan target sekitar 5.000 sasaran vaksinasi.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan Program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Rabu (18/2/2026). 

Langkah strategis ini diambil guna mengejar target nasional dan global berupa nol kematian akibat demam berdarah (zero dengue death) pada tahun 2030.

"Pemprov Sumsel berkomitmen untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030," kata Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (18/2/2026). 

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan langkah proaktif berbasis data serta kolaborasi lintas sektor.

Selain pengendalian vektor dan edukasi masyarakat, inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah juga diperlukan untuk memperkuat pencegahan.

"Menjelang H-1 Ramadan, Pemprov Sumsel bersama Dinkes, Takeda dan pihak-pihak terkait lainnya menggelar seremonial awal pelaksanaan vaksin dengue. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya menekan angka kasus dan kematian akibat demam berdarah," katanya. 

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi ini bukan semata-mata hasil kekuatan pemerintah atau dukungan sponsor, melainkan juga karena tingginya kesadaran masyarakat, terutama para orang tua, untuk melindungi anak-anak dan keluarganya melalui vaksinasi. 

"Vaksin dengue ini menyasar masyarakat usia 6 hingga 60 tahun. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, para profesor, dokter, dan semua tim pendukung, khususnya Takeda yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini,” katanya. 

Menurutnya Palembang ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas dengan target sekitar 5.000 sasaran vaksinasi.

Hal ini mengingat kondisi geografis dan iklim Kota Palembang yang tergolong lengkap mulai dari wilayah lembap hingga kering yang berpotensi mendukung perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah. 

Pemerintah berharap program ini tidak berhenti pada tahap awal saja, melainkan dapat berlanjut secara berkesinambungan.

Ke depan, apabila dukungan anggaran memungkinkan, program vaksinasi dengue direncanakan akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota. 

Sementara itu Trisnawarman, mengingatkan bahwa ancaman dengue terjadi sepanjang tahun.

Berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, tercatat 4.437 kasus dengue di Sumsel dengan 22 kematian. 

"Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 968 kasus dan tiga kematian. Dalam lima tahun terakhir, kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 15-44 tahun (42 persen), sedangkan dalam tujuh tahun terakhir, kematian paling banyak terjadi pada usia 5-14 tahun (41 persen). Data tersebut menunjukkan bahwa anak usia sekolah merupakan kelompok rentan, " katanya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved