Berita Palembang

Ratu Dewa Datangi Kakek Hasan di Sematang Borang, 'Ini Bukan Buaya Darat, Ini Buaya Nian Bro'

Ratu Dewa, mengunjungi Hasan (70), korban serangan buaya di Sematang Borang, untuk memberi dukungan dan meninjau langsung lokasi kejadian.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Welly Hadinata
Tangkapan layar Instagram/@ratudewa
Ratu Dewa Temui Hasan - Kolase. Walikota Palembang Ratu Dewa saat mendatangi kediaman lansia korban digigit buaya saat hendak mencuci kaki di sungai belakang rumahnya pada Rabu (5/02/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa, mengunjungi Hasan (70), korban serangan buaya di Sematang Borang, untuk memberi dukungan dan meninjau langsung lokasi kejadian. 
  • Serangan terjadi saat Hasan membersihkan kaki di tepi sungai, yang memang telah lama dicurigai warga sebagai habitat buaya liar. 
  • Pemerintah kota segera berkoordinasi dengan BKSDA dan mengimbau warga agar menghindari aktivitas di sekitar sungai demi keselamatan bersama.

SRIPOKU.COM - Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa, menyambangi kediaman Hasan (70), seorang lansia yang menjadi korban serangan buaya di Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Selasa (10/2/2026).

Kejadian nahas tersebut menimpa Kakek Hasan pada Rabu (5/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedatangan orang nomor satu di Palembang ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral sekaligus mendengar langsung kronologi peristiwa mencekam yang dialami warganya.

"Ini Bukan Buaya Darat, Ini Buaya Nian Bro," ujar Ratu Dewa di akun instagramnya.

Kunjungan ini dibagikan langsung Ratu Dewa melalui akun instagram pada Selasa (10/2/2026).

Dalam postingan itu Ratu Dewa menuliskan capitoan atau keteranagannya yakni 

"Biaso dapat laporan warga terkait dengan jalan rusak, pohon rubuh, lampu dll. Kali ini kito jingok warga yang jadi korban digigit buayo di daerah Kel. Sukamulya Kec. Sematang Borang.

Kejadian ini dialami oleh Pak Hasan warga sekitar Semabor yang seharian nyo ternak sapi, saat menjelang sore beliau bersih-bersih disungai belakang rumah setelah masukan sapi nyo ke kandangan pas itu lah beliau digigit oleh buayo.

Sudah kito infokan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam terkait kejadian ini supaya ditangkap hewan liar tersebut dan ditarok di penangkaran. Dan untuk warga sekitar tetap waspada baik yang galak mancing ataupun mandi di pinggir sungai."

Baca juga: Lawan Gigitan Buaya dengan Gayung, Lansia di Palembang Alami Luka 25 Jahitan

Kronologi Kejadian

Di hadapan Ratu Dewa, Hasan menceritakan bahwa peristiwa itu bermula saat dirinya baru saja selesai mengurus ternak sapi miliknya.

Sebagai seorang petani, ia bermaksud membersihkan kakinya yang kotor di pinggir sungai dekat kediamannya.

Namun, saat baru saja menginjakkan kaki di tepian air, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menerkam kakinya.

"Terjerit-jerit (teriak-teriak) aku minta tolong tapi katek (tidak ada) yang nolong," ujar Hasan dengan raut wajah yang masih menyisakan trauma.

Hasan menambahkan, keberadaan buaya di lokasi tersebut sebenarnya sudah sering terendus warga, namun baru kali ini memakan korban.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved