Berita Palembang

Kota Palembang Diselimuti Kabut Hari Ini, BMKG Pastikan Bukan Kabut Asap

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II, Siswanto, memastikan fenomena tersebut adalah kabut radiasi, bukan kabut asap.

Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Syahrul Hidayat
KABUT- Aktivitas warga di Fly Over Simpang Jakabaring yang terselimuti kabut embun, Minggu (18/1/2026). Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II, Siswanto, memastikan fenomena tersebut adalah kabut radiasi, bukan kabut asap. 
Ringkasan Berita:
  • Kabut yang menyelimuti Palembang pada Minggu pagi (18/1/2026) dipastikan oleh BMKG sebagai kabut radiasi, bukan kabut asap
  • Kabut radiasi muncul akibat kelembapan tinggi di permukaan tanah dan pelepasan energi radiasi matahari, biasanya semakin pekat saat suhu rendah dan angin lemah
  • Data kualitas udara BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada di 5–25 µg/m⊃3;, termasuk kategori baik hingga sedang, sehingga kabut tidak membahayakan kesehatan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Kabut tebal terlihat menyelimuti kota Palembang dan sekitarnya pada Minggu pagi (18/1/2026).

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II, Siswanto, memastikan fenomena tersebut adalah kabut radiasi, bukan kabut asap.

Menurut Siswanto, kabut radiasi mulai muncul sejak pukul 03.00 WIB. Fenomena ini terjadi ketika kelembapan di permukaan tanah tinggi atau jenuh akibat pelepasan energi radiasi matahari ke udara atau atmosfer.

Kondisi ini biasa terjadi pada pagi hari, terutama saat suhu rendah dan angin lemah.

“Kabut yang menyelimuti kota Palembang pagi ini tercatat sejak pukul 03.00 WIB. Fenomena ini normal terjadi ketika kelembapan tinggi di permukaan tanah akibat pelepasan energi radiasi matahari,” ujarnya kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com.

Data kualitas udara BMKG di Stasiun Musi 2 Palembang menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di kisaran 5–25 µg/m⊃3;, termasuk kategori baik hingga sedang.

Dengan kondisi ini, BMKG menegaskan kabut pagi ini tidak membahayakan kesehatan dan bukan kabut asap.

Siswanto menambahkan kabut radiasi akan terlihat semakin pekat jika didukung kondisi cuaca tertentu, seperti suhu rendah setelah hujan dan angin yang lemah.

Masyarakat dihimbau tetap waspada dalam berkendara karena jarak pandang berkurang akibat kabut.

“Kabut ini normal dan aman, namun pengendara tetap harus berhati-hati karena jarak pandang terbatas,” tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved