Super Flu H3N2 di Sumsel
Dinkes Sumsel Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan Super Flu H3N2
Penerbitan surat edaran kewaspadaan dini dan pemantauan Influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu"
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Dinkes Sumsel keluarkan surat edaran kewaspadaan dini dan pemantauan Influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu".
- Langkah ini diambil sebagai respons atas temuan lima kasus virus tersebut di wilayah Sumsel
- Surat tersebut ditujukan kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di seluruh wilayah Sumsel.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penerbitan surat edaran kewaspadaan dini dan pemantauan Influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu" resmi dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Langkah ini diambil sebagai respons atas temuan lima kasus virus tersebut di wilayah Sumsel berdasarkan hasil uji laboratorium whole genome sequencing (WGS).
Surat edaran bernomor 400.7.8.4/030/Kes/VIII/2026 itu ditandatangani Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, pada 5 Januari 2025 dan bersifat penting.
Surat tersebut ditujukan kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di seluruh wilayah Sumsel.
Baca juga: Lima Kasus Varian Baru Influenza A Super Flu Terdeteksi di Sumsel, Dinkes Pastikan Pasien Sembuh
“Kami telah menyampaikan surat edaran kepada kabupaten/kota terkait kewaspadaan dini dan pemantauan Influenza A (H3N2). Surat ini ditujukan kepada kepala dinkes, kepala RSUD, kepala puskesmas, dan FKTP se-Sumsel,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, Selasa (6/1/2026).
Super Flu H3N2 (khususnya varian subclade K) adalah mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang mulai ramai diperbincangkan di awal tahun 2026 setelah terdeteksi masuk ke Indonesia pada akhir Desember 2025.
Gejala Super Flu H3N2 mirip dengan flu musiman namun cenderung lebih intens.
Demam tinggi mendadak, batuk parah dan sakit tenggorokan,
nyeri otot dan badan yang hebat.
Kemudian kelelahan ekstrem atau lemas, Pada anak-anak, terkadang disertai muntah atau diare.
Masih Terkendali
Sebanyak 62 kasus ditemukan kasus H3N2 di delapan provinsi.
Dimana lima kasus diantaranya ditemukan di Sumsel.
Meski demikian, Ira menegaskan bahwa situasi super flu di Sumsel masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan kasus hingga akhir Desember 2025.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Situasi masih terkendali dan terus kami pantau. Upaya pencegahan pada prinsipnya sama dengan flu biasa, yaitu menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, dan menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya.
Dalam surat edaran tersebut, Dinkes Sumsel juga meminta daerah untuk terus memantau perkembangan situasi dan informasi terkait kejadian ISPA dan pneumonia melalui kanal resmi pemerintah serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Selain itu, daerah diminta meningkatkan sistem kewaspadaan dini dengan memantau dan memverifikasi tren kasus ILI-SARI, pneumonia, dan Covid-19 melalui laporan rutin Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans sentinel ILI-SARI.
| Dua Bulan Buron, Pemilik 3 Hektare Ladang Ganja di Empat Lawang Ditangkap di Palembang |
|
|---|
| Liburan, Harga Paket Wisata Domestik dengan Tujuan Internasional Hadir di PIM Tanggal 24-26 April |
|
|---|
| Pecatan Polri Ditangkap Usai Gasak Mobil hingga Nyemplung ke Sungai di Muara Enim |
|
|---|
| Breaking News : Seorang Mahasiswa di Indralaya Nyaris Tewas, Dikeroyok & Ditikam Sajam saat di Kosan |
|
|---|
| 7 Perwira Polres Ogan Ilir Dimutasi, Kompol Georgie Absalom Sakul Jabat Wakapolres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-filek.jpg)