Berita Palembang

Walikota Ratu Dewa Targetkan Goa Jepang Jadi Objek Wisata Layak Kunjung di Palembang

Instruksi pembersihan, perawatan, dan pengembangan situs Goa Jepang dikeluarkan Walikota Palembang Ratu Dewa

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Arief Basuki
TINJAU RATU DEWA - Walikota Palembang Ratu Dewa meninjau goa Jepang dan ingin menjadikannya destinasi wisata sejarah, Jumat (2/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ratu Dewa mengintruksikan pembersihan, perawatan, dan pengembangan situs Goa Jepang supaya bisa menjadi wisata sejarah di Palembang. 
  • Ratu Dewa meminta dilakukan kajian lebih lanjut terkait cerita yang berkembang di masyarakat mengenai adanya lubang di dalam Goa Jepang yang disebut-sebut tembus hingga kawasan Charitas.
  • Goa Jepang sendiri, selama ini dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah masa pendudukan Jepang di Palembang, sehingga perlu dilestarikan.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Instruksi pembersihan, perawatan, dan pengembangan situs Goa Jepang dikeluarkan Walikota Palembang Ratu Dewa sebagai bagian dari upaya menghidupkan sektor wisata sejarah kota tahun ini. 

Penataan tersebut akan melibatkan ahli kebudayaan untuk menggali potensi sejarah yang lebih mendalam, termasuk mengkaji cerita rakyat mengenai lorong bawah tanah yang menghubungkan lokasi peninggalan Jepang tersebut dengan kawasan strategis lainnya di Palembang.

“Ini peninggalan sejarah. Kita bersihkan, kita rawat, dan kita kembangkan agar bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi wisatawan,” katannya saat anti mager diawal tahun 2026, di kawasan Goa Jepang, Jumat (3/1/2026).

Anti Mager merupakan melawan rasa malas bergerak yaitu kebiasaan enggan melakukan aktivitas fisik, dengan cara menggalakkan gerakan sehat seperti olahraga rutin, jalan kaki, atau kegiatan aktif lainnya untuk hidup lebih produktif dan sehat.

Baca juga: Walikota Ratu Dewa Bagikan Kain Kafan Untuk Pejabat Pemkot Palembang, Ini Pesan Ingin Disampaikan

Kegiatan ini dilakukan oleh Walikota Ratu Dewa sambil mengecek sejumlah fasilitas umum dan lainnya. 

Minta Dilakukan Kajian 

Ratu Dewa juga meminta dilakukan kajian lebih lanjut terkait cerita yang berkembang di masyarakat mengenai adanya lubang di dalam Goa Jepang yang disebut-sebut tembus hingga kawasan Charitas.

“Saya minta dikaji lagi secara ilmiah, apakah benar ada lubang yang tembus ke goa di Charitas. Ini menarik dan bisa menjadi nilai sejarah tambahan, tapi harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata dia. 

Sebelumnya, mengawali hari pertama masuk kerja di tahun 2026, Ratu Dewa bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah turun ke lapangan melihat keluhan sejumlah masyarakat Palembang selama ini. 

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.00 WIB dari titik nol kota Palembang  yaitu di Bundaran Air Mancur, dengan mengenakan pakaian olahraga, Ratu Dewa tampak berjalan santai namun penuh perhatian, menyusuri ruas jalan utama kota hingga finis di kawasan Goa Jepang, Kilometer 5 Palembang.

“Ini bukan sekadar olahraga. Saya ingin memastikan langsung kondisi kota, melihat apa yang perlu dibenahi, dan apa saja program yang sedang dijalankan dan progres seperti apa seperti air mancur masjid Agung dan BKB," bebernya.

Saat berada di kawasan Titik Nol Kilometer, Ratu Dewa berhenti sejenak dan menyoroti kondisi bangunan air mancur serta penataan kawasan tersebut. 

Ia meminta OPD terkait untuk serius membenahi kawasan itu karena memiliki nilai sejarah tinggi.

“Bangunan air mancur dan titik nol ini harus dibangun dengan bagus dan berkelas. Tidak lama lagi kita akan memperingati peristiwa perjuangan Perang Lima Hari Lima Malam. Ini ikon sejarah Palembang,” tegasnya.

Menurut Dewa, kawasan Titik Nol bukan hanya simbol geografis, tetapi juga simbol sejarah perjuangan rakyat Palembang yang harus ditata layak sebagai ruang publik dan edukasi sejarah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved