MBG di Palembang

Wamen BKKBN Tinjau Program Makanan Bergizi Gratis di Palembang, MBG Dinilai Berjalan Efektif

Program MBG menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan gizi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Handout
TINJAU PROGRAM MBG- Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, melakukan kunjung ke penerima manfaat MBG yaitu untuk anak Balita Non PAUD di, Kecamatan IB I Palembang, Rabu (10/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Wamen Kependudukan Ratu Ayu Isyana meninjau pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang
  • Ratu Ayu juga memantau fasilitas SPPG dan distribusi makanan bagi balita, pelajar, dan ibu menyusui
  • Program di Palembang dinilai berjalan efektif dan membantu peningkatan gizi keluarga dan pertumbuhan anak

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Palembang.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke SPPG Kota Palembang di Kecamatan Ilir Barat I, dilanjutkan dengan peninjauan penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), seperti balita non-PAUD dan ibu menyusui. 

“Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah dijalankan tidak hanya pada Senin–Jumat, tetapi juga hari Sabtu. Untuk akhir pekan, anak-anak menerima makanan kering yang dibagikan pada hari Jumat agar lebih tahan lama,” kata Isyana, Rabu (10/12/2025).

Ia menceritakan, bahwa para penerima MBG di wilayah tersebut sudah merasakan manfaat sejak Agustus, tepat saat SPPG mulai beroperasi.

Para keluarga penerima manfaat memberikan apresiasi, termasuk orang tua balita yang menunjukkan perkembangan pertumbuhan, seperti peningkatan tinggi badan berkat asupan gizi dari MBG.

"Seorang ibu menyusui dengan tiga anak juga menyampaikan bahwa program ini sangat membantu pemenuhan gizi keluarga. Dua anaknya yang bersekolah menerima MBG, dan ia sendiri mendapat dukungan gizi untuk meningkatkan kualitas ASI bagi bayinya yang baru lahir," katanya. 

Masih kata Isyana, dari sisi pelaksanaan, fasilitas SPPG sudah memenuhi standar, mulai dari alur layanan, kebersihan air, hingga pengolahan makanan.

Sayuran dipilih yang tahan lama, seperti tumisan, dan waktu memasak diatur agar makanan tetap layak ketika disajikan. 

Ia menegaskan, bahwa anak-anak diperbolehkan membawa pulang makanan kering, namun tidak untuk sayuran karena mudah rusak.

Secara keseluruhan, program MBG menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan gizi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia, agar anak-anak tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus bangsa.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved