Berita Palembang

Komisi IV DPRD Sumsel Pertanyakan BBM Sulit di SPBU Palembang

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Arief Basuki
BBM SULIT - Suasana SPBU di Kota Palembang, Senin (8/12/2025). Beberapa SPBU mengalami kekosongan BBM non subisidi. 
Ringkasan Berita:
  • Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Palembang. 
  • bukan hanya jenis BBM subsidi jenis solar, tetapi BBM non subsidi jenis Pertamina Dex dan Dex Lite yang mengalami kekosongan. 
  • Kekosongan solar non-subsidi ini bukan terjadi sekali saja. Pekan sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi pada hari Minggu.
 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumsel. Ironinya di tengah kelangkaan itu Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil BBM. 

Ternyata kelangkaan tidak hanya terjadi pada jenis solar, BBM non subsidi juga mengalami kondisi serupa diantaranya Pertamina Dex dan Dex Lite di SPBU yang ada di Kota Palembang. 

Keluhan itu datang dari salah satu Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Sumsel MF Ridho. 

Ia mempertanyaan kosongnya solar non subsidi seperti Pertamina Dex dan Dex Lite di sejumlah SPBU di Kota Palembang.

Baca juga: Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Gubernur Sumsel, Berikut Aturan Pengisian BBM Solar di Palembang

Bahkan ia mengelami sendiri kesulitan mencari BBM non subsidi. 

“Saya bukan hanya menerima keluhan dari teman-teman, tapi juga mengalami sendiri. Hari ini saya ingin mengisi BBM di SPBU Jalan Dr. M. Isa dan SPBU di Jalan Veteran, ternyata kosong, baik Dex Lite maupun Pertamina Dex tidak tersedia,” katanya.

Bukan sekali itu saja ia merasakan kekosangan solar non subsidi. Pekan sebelumnya  kondisi serupa juga terjadi pada hari Minggu.

“Ternyata awal bulan kemarin sudah ada kenaikan tarif BBM. Lalu ini ada apa lagi? Saya minta SKK Migas, Pertamina, atau institusi yang berwenang dalam distribusi BBM ke SPBU jangan sampai membiarkan hal ini menjadi preseden buruk bagi Sumsel. Kita ini daerah penghasil minyak, tapi justru masyarakatnya kesulitan mendapatkan BBM,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar pengaturan pembelian BBM subsidi saat ini diberlakukan, tidak sampai menghambat kebutuhan masyarakat umum.

“Salah satu modus yang sering terjadi adalah penahanan distribusi BBM menjelang kenaikan harga. Tolong ini jangan terulang, karena kami ini justru menggunakan BBM non-subsidi yang sesuai jenis kendaraan, bukan yang subsidi,” paparnya.

Ridho menambahkan, bila BBM non-subsidi saja sudah langka, maka dikhawatirkan BBM bersubsidi akan semakin sulit diperoleh.

Sementara Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi belum merespon terkait kelangkaan tersebut.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved