Perampokan di 15 Ilir Palembang

Darma Kusuma Orang Baik dan Pengasih, Tertutup dan Kurang Bergaul, Sibuk Mengurusi Usaha

Di mata tetangga, Pasutri korban perampokan di Jalan Pengadilan Lama Kelurahan 15 Ilir Kota Palembang, tertutup dan jarang bergaul.

Tayang:
Editor: tarso romli
Sripoku.com/Mat Bodok
RUKO SUWANDI - Ruko milik Suwandi orang tua dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Darma Kusuma dan Yeni Suwandi Kawi yang menempati ruko paling kanan, sedangkan orang tuanya menempati ruko tengah bertuliskan "Suwandi" dalam pemeriksaan tim Inafis Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di mata tetangga, Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang menjadi korban perampokan di Jalan Pengadilan Lama Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, tertutup dan jarang bergaul, Rabu (26/11/2025). 

Pasutri korban perampokan yakni Darma Kusuma (52) tewas dan istrinya Yeni Suwandi Kawi (40) sempat kritis dan dirawat di Rumah Sakit Charitas Palembang untuk penanganan secara insentif. 

Ko Alay nama sapaan Darma Kusuma di mata ibu rumah tangga (IRT) yang pernah bekerja sebagai ART di rumah orang tuanya Suwandi dikenal baik dan pengasih.

"Alay orangnya pengasih dan baik," kata IRT yang tampak sedih melihat ke arah ruko tiga lantai milik orang tuanya," kata seorang ibu-ibu yang mengaku pernah bekerja di rumah orang tuanya Ko Alay.

Dibeberkannya, Ko Alay memang orangnya tidak banyak bergaul, dia lebih memilih mengurus usaha kerupuk melanjutkan usaha milik orang tua bersama istrinya.

"Ko Alay sebelumnya tinggal bersama orang tua di ruko ini secara bersama-sama. Dan sekarang Ko Alay bersama Ce Yen dan anak kecilnya menempati ruko sebelah, pisah tempat dari orang tuanya," katanya sembari mengingat kebaikan mantan majikannya semasa hidup.

Sedangkan tetangga depan rumah Darma Kusuma, mengakui tidak mengetahui secara pasti peristiwa yang menimpa pasutri tersebut.

Padahal, malam itu, sekira pukul 20.00 malam, sebelum kejadian dirinya bersama keluarga masih ngobrol di depan ruko.

"Saya tetangga depan rumah saja tidak tahu kalau ada kejadian. Tahunya saat naik kelantai 2 melihat kaca luar banyak mobil di depan rumah dan ada polisi," kata Koko tetangga depan rumah korban.

Curiga dengan banyak orang di bawah dan di jalan, dirinya memberanikan diri turun dari ruko dan keluar.

"Pada saat kejadian tidak terdengar suara gaduh, teriakan, apalagi letusan. Tidak ada sama sekali," ucapnya.

Pasutri di matanya, termasuk kurang bergaul dengan tetangga. Mereka sibuk dengan pekerjaan dan bisnisnya. Sehingga, tidak sempat berkumpul dengan tetangga.

"Selama mereka tinggal di ruko orang tuanya itu, tidak pernah bergaul. Kalau keluar dari ruko naik mobil dan pulang langsung masuk tidak keluar lagi," tutur tetangga depan rumah.

Pernah berpapasan dengan istrinya di pasar saat berbelanja sayur, selain itu tidak pernah hingga sekarang.

"Saya kaget saja, ada peristiwa depan rumah malahan tidak tahu, dan tahu dari media sosial," tuturnya sembari berucap kalau di depan ruko semenjak covid sampai sekarang sepi dan tidak ada yang main gaple.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved