Perampokan di 15 Ilir Palembang

Kesaksian ART Pasutri Korban Perampokan Sadis di 15 ilir Palembang, Sempat Ditodong Pakai Senpi

Menurut kesaksian Asisten Rumah Tangga (ART) Farina, pelaku yang sudah menggorok majikannya meminta uang dengan mengancam.

Editor: Odi Aria
Tangkapan layar Instagram
PERAMPOKAN - TKP perampokan sepasang suami istri di kediamannya di Jalan Pengadilan, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I, Selasa (25/11/2025) malam. Korban pria bernama Darma Kusuma (52) ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher di dalam ruko miliknya. 

Ringkasan Berita:
  • Perampokan berdarah terjadi di Toko Kerupuk Suwandi, 15 Ilir Palembang, mengakibatkan Darma Kusuma tewas tertembak dan istrinya, Yeni Suwandi
  • Pelaku mengancam ART menggunakan senjata api dan meminta uang, sehingga korban menyerahkan dompet berisi Rp 3 juta.
  • Polisi telah mengidentifikasi satu terduga pelaku dan masih melakukan pengejaran, serta memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap motif pasti, meski dugaan awal adalah pencurian disertai kekerasan.
 

SRIPOKU.COM - Motif sementara kasus perampokan yang dialami pemilik Toko Kerupuk Suwandi Selasa (26/11/2025).

Menurut kesaksian Asisten Rumah Tangga (ART) Farina, pelaku yang sudah menggorok majikannya meminta uang dengan mengancam.

Atas kejadian tersebut pasangan suami istri, Darma Kusuma (52) dan Yeni Suwandi (40) menjadi korban.

PERMAPOKAN - Kolase Instagram Oy Palembang. Kronologi Perampokan Toko Kerupuk di 15 Ilir Palembang
PERAMPOKAN - Kolase Instagram Oy Palembang. Kronologi Perampokan Toko Kerupuk di 15 Ilir Palembang (Tangkapan layar Instagram)

Baca juga: Aksi Perampokan Sadis di Toko Kerupuk 15 Ilir Palembang, Suami Tewas Istri Sekarat

Aksi diduga perampokan itu terjadi di Jalan Pengadilan RT 029 RW 006, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 21.30 WIB.

Darma Kusuma dikabarkan meninggal dunia sementara Yeni Suwandi kini dirawat intensif di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika saksi Farina (ART) dan korban Yeni selesai makan bersama.

Setelah korban Yeni kembali ke rumahnya yang bersebelahan, Farina kembali menonton televisi.

Tak lama kemudian, Yeni berteriak meminta tolong. Farina yang langsung menghampiri menemukan Yeni bersimbah darah di bagian leher dan melihat satu orang pelaku berada di lokasi.

Pelaku kemudian mengancam Farina menggunakan senjata api dan meminta uang. Dalam kondisi terancam, Farina menyerahkan dompet berisi Rp 3 juta. 

Pelaku juga sempat menggeledah lantai dua rumah tersebut. Pada saat yang sama, Farina, Halim, dan anak Yeni berlari menyelamatkan diri dan mengunci diri di dalam kamar sambil menghubungi Susanto, anggota keluarga lainnya.

Mendapat kabar tersebut, Susanto dan Yeni Kawi segera menuju lokasi.

Susanto segera membawa korban ke RS Charitas untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. Satu orang terduga pelaku telah teridentifikasi dan kini dalam pengejaran.

Andrie menegaskan bahwa peristiwa ini diduga kuat terkait tindak pidana pencurian disertai kekerasan. Namun motif pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Anggota masih di lapangan melakukan penyelidikan dan pendalaman. Terduga pelaku sementara satu orang dan masih kita kejar. Kami juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved