Mayat Perempuan di Kamar Hotel

Fakta Wanita Hamil Muda Tewas di Hotel Palembang, Diduga Check In Bareng Pria Lain Usai Antar Suami

Menurut pengakuan pihak hotel, wanita muda yang dikabarkan tengah hamil tersebut check-in bareng pria.

Tayang:
Editor: Odi Aria
Kolase
WANITA TEWAS DI HOTEL- AP, wanita ditemukan tewas di kamar Hotel Lendosis lantai 2, nomor 8, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II Palembang, Minggu (12/10/2025) pagi. Menurut pengakuan pihak hotel, wanita muda yang dikabarkan tengah hamil tersebut check-in bareng pria lain sebelum ditemukan tewas. 
Ringkasan Berita:
  •  Pengakuan suami pasca istrinya ditemukan tewas di kamar hotel setelah check-in bareng pria lain
  • Suasana di rumah duka dan pemakaman ketika ramai dihadiri pelayat
  •  Penjelasan dokter forensik yang mengejutkan terkait kondisi korban sebelum ditemukan tewas


SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Duka mendalam menyelimuti keluarga dan teman-teman AP (22), warga Jalan Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar Hotel Lendosis lantai 2, nomor 8, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II Palembang, Minggu (12/10/2025) pagi.

Suasana haru tampak di rumah duka saat jenazah ibu satu anak ini dimakamkan di TPU Talang Petai. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian Anti yang dikenal ramah dan sopan oleh lingkungan sekitarnya.

Adi Rosadi (36) ikut serta mengantar istrinya, AP (22) ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Talang Petai, Plaju, Palembang Minggu (12/10/2025) siang.

Ironisnya, menurut pengakuan pihak hotel, wanita muda yang dikabarkan tengah hamil tersebut check-in bareng pria.

Kini, pria yang belum diketahui identitasnya dan apa hubungannya dengan korban tersebut masih dicari polisi.

Ia diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan wanita yang tinggal tak jauh dari lokasi pemakaman tersebut.

Adi terlihat begitu sedih, tatapan matanya kosong, dan tidak banyak berbicara.

Wanita yang ia cintai kini telah tiada lewat cara mengenaskan.

Terlebih lagi, sebelum kabar kematian sang istri ia terima, Adi dan keluarga besar sempat kebingungan karena sang istri mendadak hilang tanpa kabar.

Satu persatu, keluarga, kerabat dan teman, datang ke rumah duka.

Mereka mengucapkan belasungkawa atas kepergian ibu anak satu ini dan mengantar almarhumah untuk dimakamkan di TPU Talang Petai. 

Terdengar juga suara tangisan tak henti hentinya dari dalam rumah saat jenazah almarhumah Anti hendak dibawa untuk dimakamkan.

"Saya dapat kabar duka ini dari ayah karena saya sedang bekerja," kata Adi dengan nada terisak.

Kabar ini bikin ia kaget karena terakhir kali ia komunikasi dengan istri ketika istrinya mengantar dirinya ke tempat kerja.

Adi lantas izin dari tempat kerjanya dan langsung ke lokasi kejadian.

Adi juga mengaku sudah dimintai keterangan oleh polisi.

Ketika ditanya mengenai ada permasalahan, Adi menuturkan, tidak ada permasalahan antara dirinya dan almarhumah. 

"Seperti biasa tidak ada permasalahan layak suami istri seperti biasa, tidak ada perkataan terakhir dari korban," ungkapnya. 

Kepada pihak kepolisian, Adi juga berharap pelaku cepat ditangkap dan dihukum dengan kehukuman seberat beratnya.

Ayah korban, Agus Nasi (56), mengaku sangat terpukul atas kepergian anak keduanya tersebut, apalagi meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan.

“Korban ini anak kedua saya dari tiga bersaudara. Awalnya saya dapat kabar dari anggota kepolisian Polrestabes Palembang.

Setelah mendengar berita itu, saya langsung mendatangi kantor polisi,” ungkap Agus saat ditemui di rumah duka.

Menurut Agus, terakhir kali Anti terlihat di rumah pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu korban pamit hendak mengantar suaminya bekerja. Namun hingga malam, Anti tak kunjung pulang ke rumah dan ponselnya tidak bisa dihubungi.

“Korban pamit mengantar suaminya kerja, tapi setelah ditunggu-tunggu tidak juga pulang. Kami sempat mencari ke teman-temannya, tapi tidak ada yang tahu,” ujarnya dengan nada sedih.

Keluarga sempat berharap korban hanya pergi ke rumah teman, namun harapan itu sirna ketika polisi memberi kabar bahwa Anti ditemukan sudah meninggal dunia di sebuah kamar hotel di kawasan IT II Palembang.

Agus menegaskan tidak ada permasalahan dalam keluarga, dan tidak ada yang ia curigai sebelum kejadian.

“Tidak ada masalah keluarga, dan tidak ada yang dicurigai. Kalau ada, pasti dia cerita,” katanya.
Sementara itu, suami korban, Adi Rosadi (36), mengatakan dirinya mengetahui kabar duka saat sedang bekerja.

“Saya dapat kabar dari bapak sekitar pukul 17.00 bahwa Anti meninggal dunia. Saya langsung panik dan izin dari tempat kerja untuk ke lokasi,” ujarnya.

Kronologi penemuan mayat

Berikut runtutan kronologi penemuan mayat wanita yang belakangan identitasnya diketahui bernama Anti Pupista Sari : 

- Korban check-in Jumat (10/10/2025) sore bersama seorang pria, pihak hotel hanya diperlihatkan identitas berupa KTP si pria tersebut

- Sabtu (11/10/2025) sekitar Pukul 11.30 pegawai hotel mengetuk pintu Kamar No. 8 untuk memberi tahu batas waktu, namun tidak ada respon

- Pukul 12.00, saksi mengetuk kembali kamar yang ditempati korban, namun tetap tidak ada respon. 

- Pihak hotel kemudian mematikan penerangan kamar agar korban keluar dan kepanasan.

- Sekitar pukul 14.00, saksi naik dan melihat saklar lampu tidak dinyalakan dan saksi mencoba kembali mengetuk kembali kamar tersebut, namun tetap tidak ada respon. 

- pegawai hotel lalu mengambil kunci duplikat dan melihat korban tergeletak di lantai dengan ditutupi selimut dan tidak ada orang lain selain korban di kamar tersebut

- Sekitar pukul 14.50 pihak hotel melapor ke Polsek IT II Palembang

- Sekitar Pukul 15.30 Unit Identifikasi Polrestabes Palembang dan kendaraan PMI tiba dilokasi dan langsung melakukan olah TKP tempat kejadian perkara.

Baca juga: Sosok AP Perempuan Asal Tegal Binangun Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Palembang, Diduga Sedang Hamil

Penjelasan dokter forensik

Korban diduga sedang dalam keadaan hamil saat tewas.

Hal tersebut disampaikan dokter Indra Nasution setelah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (11/10/2025) malam.

"Sepertinya korban sedang hamil trimester pertama," ujar dokter Indra.

Pada leher korban ditemukan bekas dicekik atau ditekan, serta mulutnya disumpal menggunakan pakaian dalam baju. 

Tangan korban juga diikat menggunakan hijabnya.

Saat diperiksa dan diperhatikan kondisinya, dokter menyampaikan perkiraan korban tewas lebih dari 12 jam saat ditemukan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved