Breaking News

Perpeloncoan Maba Unsri

Peloncoan Maba Unsri 'Saling Cium', Pengamat Pendidikan : Jauh Dari Budaya Orang Timur

Pengamat pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Ade Indra Chaniago, menyayangkan terjadinya peloncoan

Tayang:
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung Dwipayana
SEKRETARIAT DIKUNCI - Situasi di depan sekretariat HIMATETA Unsri pada Selasa (23/9/2025) siang. HIMATETA dibekukan pascaperistiwa perpeloncoan terhadap mahasiswa baru 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Ade Indra Chaniago, menyayangkan terjadinya peloncoan mahasiswa baru (Maba) di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Universitas Sriwijaya (Unsri), dengan adegan saling cium kening saat mengikuti kegiatan kampus. 

Padahal hal tersebut dianggap 'tabu', dan jauh dari budaya masyarakat timur, berbeda dengan masyarakat barat. 

"Pastinya, tak pernah ada sistem atau nilai budaya orang timur seperti itu, dan hal ini bisa terjadi di lingkungan kampus, " kata Ade, Selasa (23/9/2025). 

Menurut kandidat Doktor Universitas Indonesia (UI) ini pun, mempertanyakan motif yang dilakukan mahasiswa yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. 

"Apa motif mahasiswa dibikin itu, semua dapatnya apa, " tanyanya. 

Hal kedua, dirinya juga mempertanyakan dimana para dosen yang ada, sehingga tidak mengetahui dan mencegah hal itu, sehingga viral di media sosial. 

"Aku dak ngerti dosennya dimana, sampai viral apa gawenya, karena ada Dekan bidang kemahasiswaan," kesalnya. 

Atas kejadian itu, dirinya menilai Dekan di Fakultas tersebut harus mengundurkan diri, sebagai bentuk pertanggung jawabannya, karena sudah mencoreng marwah kampus. 

"Pihak kampus harus tanggung jawab, dan dekan harus mundur, karena sudah membuat malu. Mundur dari jabatan karena sebagai pertanggungjawaban moral, " pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved