Breaking News

Berita Palembang

KISAH Petani Padi di Pinggiran Palembang, tak Pernah Dapat Bantuan, Dapatkan Bibit Dengan Cara Ini!

petani di Sei Pedada Bungkuk perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dan Palembang, Jamaludin (65), mempersiapkan bibit padi sejak dini

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Mat Bodok
PERSIAPAN BIBIT - Salah satu petani padi di pinggiran Kota Palembang, Jamaludin mempersiapkan bibit padi untuk disimpan dan ditanam tahun depan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Petani di pinggiran Sei Pedada Bungkuk Kelurahan Karyajaya Kecamatan Kertapati Kota Palembang, Selasa (23/9/2025) mengeluhkan tidak adanya bibit padi oleh pemerintah.

Sebab itu, salah satu petani di Sei Pedada Bungkuk perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dan Palembang, Jamaludin (65), mempersiapkan bibit padi sejak dini.

Caranya yakni dengan menyisihkan dari hasil panen perdana di sawah tadah hujan yang dikelolanya seluas 5 hektar.

Bibit padi yang dianggap baik dan sudah cukup umur dipisahkan dengan hasil panen, lalu dijemur dan digiling untuk persiapan kebutuhan pokok sehari-harinya. Tidak adanya bantuan bibit dari pemerintah.

Petani Sei Pedada Bungkuk Jamaludin  ketika ditanya mengapa harus mempersiapkan bibit padi sejak dini, karena sudah menjadi pengalaman setiap tahunnya ketika musim tanam masuk.

"Kalau tidak ada bibit padi sendiri, tentunya saya sebagai petani tidak bisa menyambung hidup keluarga. Karen hasil dari petani inilah, keluarga bisa makan dan minum," kata Jamaludin sembari membeberkan sejak jadi petani belum pernah mendapatkan program pemerintah terkait bibit padi unggul.

Sebagai petani pinggiran kota, ucap Jamaludin hanya kebagian cerita yang menarik saja dari Presiden Prabowo pernah menyampaikan saat itu, petani di Sumatera Selatan akan dipermudah dan akan dilengkapi dengan berbagai alat petani dan bibit, serta pupuk.

"Saya sudah bangga dan senang mendengar apa yang disampaikan oleh Bapak Prabowo saat menghadiri panen perdana di Begayut Pemulutan. Tapi kenyataannya sampai saat ini saya sebagai petani belum dapat solusi bagaimana menjadikan fakta ucapan dari presiden untuk petani seperti saya," tegasnya.

Jamaludin menyebutkan, dengan gigihnya dirinya untuk menghidupkan keluarga dari hasil tani ini, dalam waktu tanam dirinya bisa menyelesaikan seluas 5 hektar dalam satu musim.

"Bagi saya lahan tadah hujan seluas 5 hektar cukup luas untuk seorang petani. Apalagi, apa yang disampaikan bapak Prabowo saat di Begayut menjadi kenyataan bagi petani dan bukan bagi sekelompok besar pengusaha," beber Jamaludin.

Maka itu, dari hasil panen padi ini, sebagian dibuat untuk bibit padi yang akan ditanam tahun depan.

"Berhubung bibit padi dari pemerintah tidak ada, jadi kita sisihkan hasil panen untuk bibit, agar bisa bercocok tanam," tuturnya.

Jamaludin berharap, apa yang disampaikan Presiden Prabowo saat itu, bisa menjadi kenyataan untuk kami petani di pinggiran Kota Palembang ini.

Karena petani di tadah hujan, murni petani lokal belum pernah merasakan pembinaan dari pemerintah.

"Jelas saya sangat berharap apa yang disampaikan bapak Prabowo menjadi kenyataan, dan bisa membuat petani sejahtera dan berkelanjutan sesuai dengan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Palembang," tandasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved