Berita Palembang

Kutuk Aksi Perusakan, BEM Unsri Janji Sampaikan Aspirasi di DPRD Sumsel dengan Damai

Pihaknya berharap nanti dalam aksi bisa diterima Ketua ataupun pimpinan DPRD Sumsel, sehingga aspirasi mereka bisa ditindaklanjuti di pusat. 

Penulis: Arief Basuki | Editor: tarso romli
handout
PRESIDEN BEM UNSRI - Pasha Fazillah Afap, Presiden atau Ketua BEM Universitas Sriwijaya (Unsri). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumatera Selatan (Sumsel), akan melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumsel, Senin (1/9/2025). 

Selain mahasiswa, sejumlah organisasi ojek online tak menutup kemungkinan ikut untuk solidaritas menyampaikan aspirasi

Presiden atau Ketua BEM Universitas Sriwijaya (Unsri) Pasha Fazillah Afap mengatakan, pihaknya mengetimasi massa dari Unsri sekitar 3 ribu. 

"Untuk titik kumpul kita mulai dari Unsri Bukit Besar pukul 11.00 Wib, dan Unsri Indralaya pukul 10.00 Wib dengan titik aksi di Gedung DPRD Sumsel sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 Wib, " kata Pasha, Minggu (31/8/2025).

Pasha sendiri tak menampik dalam aksi pihaknya menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat itu, juga diikuti BEM lainnya se Sumsel, sehingga massa bisa mencapai sekitar 10 ribu massa. 

"Selain mahasiswa, kemarin juga ada beberapa organisasi ojol (ojek online) yang akan ikut, untuk solidaritas, " ucapnya. 

Di sisi lain, Pasha mengutuk aksi perusakan oleh massa pada, Minggu (31/8/2025) dini hari yang merusak fasilitas umum dan pemerintahan di kota Palembang, yang bukan dilakukan mahasiswa. 

"Itu bukan tindakan dan bagian dari kami (mahasiswa). Kami inginnya demo menyampaikan aspirasi pendapat, apa yang menjadi suara kami," ucapnya.

Diungkapkan Pasha, ketika ada tindakan yang dinilai anarkis, pihaknya menganggap itu bukan bagian dari mahasiswa.

Sebab, hal itu sudah jauh dari menyampaikan pendapat di era demokratis saat ini.

"Sehingga kami mengutuk keras segala tindak dan bukti perihal anarkis, anarko, perusakan fasilitas umum, pembakaran dan sebagainya, kami mengutuk keras. Artinya, kami di sini benar-benar ingin menyampaikan keresahan kami, ingin menyampaikan semua aksi dengan damai dan tentram, tidak akan melakukan  tindakan anarkis. Sementara, semalam itu tindakan provokasi dari beberapa oknum tertentu yang sengaja membuat aksi demo anarkis, sehingga dicap jelek masyarakat, dan itu sudah terbukti ada provokator, " paparnya. 

Ditambahkan Pasha, pihaknya berharap nanti dalam aksi bisa diterima Ketua ataupun pimpinan DPRD Sumsel, sehingga aspirasi mereka bisa ditindaklanjuti di pusat. 

"Apa yang kami aspirasikan nanti, bisa tersampaikan dan tidak hanya diterima ketua DPRD, tapi kami akan mengawal. Jika kami tidak diterima, kami  menolak pulang sampai aspirasi kami diterima, dan ada jaminan aspirasi kami diterima, apakah difasilitasi ke pusat, " tandasnya. 

Lebih lanjut Pasha juga berharap, aparat tidak melakukan tindakan referensif kepada mahasiswa, yang menyampaikan aspirasinya. 

"Kita minta aparat tidak represif, karena kami hanya menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat, " tukasnya.

Pasha juga tak lupa mengingatkan bagi mahasiswa khususnya dari Unsri saat ikut aksi, jangan lupa membawa topi/penutup kepala, masker, visor/ penutup mata, air mineral/ makanan ringan, P3k dan odol. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Feriyansyah Tewas Dikeroyok Anak Beranak di OKU, Satu Tersangka Sudah Diamankan Polisi

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved