Idul Fitri

Sunnah Berangkat dan Pulang Salat Idul Fitri Lewat Jalan Berbeda, Ini Penjelasannya

Sunnah berangkat dan pulang salat Ied yang  belum banyak diketahui oleh masyarakat, padahal memiliki makna dan hikmah yang mendalam dalam Islam.

Tayang:
Penulis: Novry Anggraini | Editor: Novry Anggraini Rizki Utami
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI Berangkat dan pulang salat Idul Fitri melalui jalan yang berbeda merupakan salah satu sunnah 

Ringkasan Berita:
  • Berangkat dan pulang salat Idul Fitri melalui jalan berbeda merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
  • Dalilnya berasal dari hadis riwayat Jabir bin Abdullah yang menyebutkan Nabi melewati rute berbeda saat hari raya.
  • Sunnah ini memiliki hikmah seperti memperluas silaturahmi, menyebarkan syiar Islam, dan menjadi saksi amal kebaikan.

 

SRIPOKU.COM - Salat Idul Fitri merupakan salah satu ibadah penting yang dilaksanakan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadan.

Selain melaksanakan salat, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya adalah melalui jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat Ied.

Rasulullah SAW sendiri mencontohkan amalan ini dalam kehidupan beliau.

Berangkat dan pulang salat Idul Fitri melalui jalan yang berbeda merupakan salah satu sunnah dalam Islam.

Baca juga: Perbedaan Makna Taqabbalallahu Minna wa Minkum dan Minal Aidin wal Faizin, Ini Penggunaannya

Amalan ini dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad dan memiliki hikmah sosial serta spiritual yang penting bagi umat Muslim.

Anjuran ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah:

“Adalah Nabi SAW pada hari Id mengambil jalan yang berbeda (ketika berangkat dan pulang).” (HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi dasar bahwa berjalan melalui rute yang berbeda saat salat Id merupakan sunnah yang dianjurkan untuk diikuti.

Para ulama menjelaskan beberapa hikmah dari sunnah ini, di antaranya:

1. Memperluas Silaturahmi

Dengan melewati jalan yang berbeda, seseorang berkesempatan bertemu lebih banyak orang, sehingga dapat mempererat hubungan sosial dan silaturahmi.

2. Menyebarkan Syiar Islam

Melalui rute yang berbeda, syiar Islam akan terlihat lebih luas karena umat Muslim menunjukkan kebersamaan dalam merayakan hari raya.

3. Menjadi Saksi Amal Kebaikan

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved