Berita Palembang
Makam Raja dan Sultan Palembang Akan Segera Disertifikasi, 'Setara Para Wali'
Tujuannya adanya sertifikat makam agar jangan sampai ada makam yang beralih fungsi menjadi tempat-tempat bernilai ekonomis tanpa mengindahkan nilai-ni
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ziarah dan Diskusi Makam Para Raja Dan Sultan Palembang Chapter IV berlangsung di Komplek Pemakaman Susuhan Sultan Abdurrahman Khalifat Al Mukminin Sayidil Iman di belakang Pasar Cinde Palembang, Senin (31/1/2022).
Dalam diskusi tersebut, tercetus wacana bahwa makam bersejarah di Palembang akan seger disertifikasi.
"Insya Allah untuk pembuatan sertifikat makam kita siap sama-sama suport saling bantu," kata Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja.
Menurutnya, tujuannya adanya sertifikat makam agar jangan sampai ada makam yang beralih fungsi menjadi tempat-tempat bernilai ekonomis tanpa mengindahkan nilai-nilai kesakralan atau nilai-nilai pendahulunya.
SMB IV mengajak masyarakat Palembang untuk tetap menjaga warisan lelulur seperti makam ini karena tanpa mereka kita pasti tidak ada.
"Kepada masyarakat Palembang pikirkanlah nilai religius dimasa lalu dan jangan berpikir nilai ekonomis saja. Sebab adanya nilai ekonomi yang mengakibatkan nilai spritual keluarga kita hilang," katanya.
Kepada masyarakat Palembang, SMB IV menghimbau kalau ada makam atau ungkonan jangan dijual atau dialihmanfaatkan. Tetap sebagai makam karena itu status sebagai orang Palembang yang selalu menjaga nilai-nilai leluhur.
Menurut sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji di naskah-naskah Palembang tidak diketemukan kata-kata susuhunan tapi suhunan tapi lidah orang Palembang menyebutnya sunan.
"Beliau setara dengan para wali kalau sudah sunan itu karena memang zuriatnya memang keturunan dari para wali atau garis nasab ke Sunan Giri, jadi harus kita runut dari silsilah," katanya.
Sedangkan Budayawan Sumsel. Vebri Al Lintani melihat Komplek Pemakaman Sultan Abdurrahman Khalifat Al Mukminin Sayidil Iman adalah bangunan paling megah dan bagus dibandingkan makam-makam yang lain termasuk paling banyak di perhatikan zuriat Palembang.
"Saya mendukung sertifikasi makam bersejarah di Palembang karena rata-rata makam bersejarah di Palembang tidak ada sertifikat kecuali makam Ario Damar yang sudah bersertifikat tetapi harus ditelusuri dimana sertifikat tersebut," katanya.
Menurutnya, Pemkot harus mendukung kegiatan ini karena makam raja-raja ini adalah cikal bakal pendiri kota Palembang.
Sementara itu kegiatan diskusi tersebut diadakan Kesultanan Palembang Darussalam berkerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Sumatera Selatan (Sumsel) dan Forum Kuncen Makam Cagar Budaya (FKMCB) Sumsel.
Turut hadir SMB IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja, ulama Palembang Kiai Mal'an Abdullah, sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji, budayawan Sumsel Vebri Al Lintani, Budayawan Palembang Yai Bek, peminat sejarah Palembang Rd Moh Ikhsan dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Makam-sultan1223455.jpg)