DUKA Jelang Pernikahan, Calon Pengantin Ditabrak Truk saat Berangkat Kerja, Calon Suami Tewas

September yang seharusnya menjadi bulan penuh suka cita, kini terbayang sebagai lembaran kalender yang penuh duka.

Editor: Yandi Triansyah
(Dok. Hamzah)
SOPIR TRUK - Pelaku tabrak lari (tengah) di Jalan Raya Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, yang sempat melarikan diri.(Dok. Hamzah) 

SRIPOKU.COM – Di sebuah rumah di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik, waktu seolah berhenti berputar. 

September yang seharusnya menjadi bulan penuh suka cita, kini terbayang sebagai lembaran kalender yang penuh duka.

Undangan pernikahan yang mungkin sudah dirancang, dan janji suci yang telah dinanti, harus terkubur selamanya bersama jasad Priya Dikantara (19).

Bagi Agung Supriyo (65), ayah Priya, kehilangan ini adalah pukulan yang meremukkan hati.

Priya bukan sekadar anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah satu-satunya putra, harapan dan tumpuan keluarga.

Rencananya, bulan depan ia akan melepas sang putra untuk membangun bahtera rumah tangga bersama kekasihnya, Nabila (21).

“Rencananya mereka memang akan menikah bulan September, namun ada kejadian itu,” tutur Agung dengan suara lirih dan tatapan kosong, Sabtu (16/8/2025).

Setiap kata yang terucap terasa berat, sarat akan kerinduan pada tawa dan sapaan putranya.

Kisah cinta Priya dan Nabila dipisahkan oleh takdir di sebuah jalanan sepi pada Rabu dini hari, 30 Juli 2025.

Sekitar pukul 04.00 WIB, di Jalan Raya Desa Boboh, Menganti, Priya yang tengah membonceng Nabila dalam perjalanan berangkat kerja, dihantam keras oleh sebuah truk bernomor polisi S 9915 UB.

Priya, yang sehari-hari bekerja dengan sistem shift di Gresik Kota Baru (GKB), tewas di tempat.

Nabila, sang calon istri, selamat dari maut. Namun, ia harus menanggung luka ganda, luka fisik yang kini dalam pemulihan, dan luka batin yang tak terperikan karena kehilangan calon suaminya tepat di depan matanya.

Ia adalah saksi hidup dari tragedi yang merenggut separuh jiwanya.

Kisah ini semakin pilu saat sang sopir truk, A’an (52), memilih lari dari tanggung jawab.

Ia tancap gas, meninggalkan Priya yang tak bernyawa dan Nabila yang terluka dalam kegelapan dini hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved