Demi Juara Peserta Perahu Bidar Lakukan Persiapan Ekstra: Latihan Fisik Hingga Gelar Doa Keselamatan

Gelaran lomba bidar tradisional yang akan digelar menyemarakan HUT ke-80 RI di Benteng Kuto Besak akan menjadi tontonan menarik.

Penulis: Hartati | Editor: adi kurniawan
Hartati
BIDAR - Sejarah bidar tradisional dipamerkan di Benteng Kuto Besak sebagai rangkaian festival bidar memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 80. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gelaran lomba bidar tradisional yang akan digelar menyemarakan HUT ke-80 RI di Benteng Kuto Besak (BKB) 17 Agustus mendatang akan menjadi tontonan menarik.

Lomba bidar tahun ini diikuti oleh 12 tim yang akan bersaing memperebutkan hadiah total puluhan juta.

Minimnya peserta lomba bidar ini karena saat ini bidar yang ada semakin minim sebab tidak sembarangan perahu bisa ikut lomba karena bidar sendiri punya standar khusus yang cukup sulit dipenuhi.

Standar itu yakni perahu harus panjang 29 meter dengan lebar 1,5 meter dan tinggi 0,8 meter dari permukaan air dan jumlah pendayung 55 orang plus dua satu orang penimba air dan juragan sehingga total 57 orang.

Salah satu peserta bidar, Ardi asal Pemulutan Ogan Ilir berharap agar gelaran bidar tahun ini lancar jangan sampai ada gangguan seperti tahun lalu.

Baca juga: Palembang Gelar Festival Perahu Bidar, Ratu Dewa Targetkan Puluhan Ribu Pengunjung

Dia berharap jangn ada lagi penonton yang menghalangi jalur lomba seperti tahun lalu karena adanya insiden bidar menabrak perahu tongkang atau jukung karena sengat merugikan peserta lomba.

"Sebab persiapan bidar ini sudah disiapkan satu tahun sebelumnya sudah matang dan hanya digelar satu tahun sekali tapi justru rusak karena ada yang menghalangi jalur lintasan lomba," ujarnya, Jumat (15/8/2025).

Menurutnya jika ada insiden seperti sangat merugikan karena rugi materi dan moril.

Mental langsung drop dan kalah lomba padahal sudah siap sebelumnya lomba tapi justru kalah.

"Jalur lintasan harus steril, bidar ini cuma satu tahun sekali jangan sampai ada yang merusaknya, harus benar-benar dijaga lintasannya," harapnya.

Sementara itu untuk persiapan lomba menurutnya sudah matang karena hari ini sudah persiapan fisik dan besok malam akan digelar doa bareng untuk keselamatan anggota juga kemenangan.

Ritual doa bareng ini sudah jadi tradisi dari masing-masing peserta dan bisa dilakukan oleh masing-masing anggota bidar.

Ardi dan temannya-temannya Minggu nanti akan berlomba dengan membawa nama Bank Sumsel Babel dan Partai Gerindra dan menargetkan menang.

Ardi dan rekan-rekan peserta bidar lainnya juga telah menyuarakan pada pemerintah agar ada perhatian untuk membantu biaya perawatan bidar sebab biaya perawatan ini besar yakni minimal Rp 20 juta per tahun.

Sebab saat ini jumlah parahu bidar  hanya ada 8 di Ogan Ilir saja dan itu semua milik pribadi. Jika bidar itu rusak maka tidak akan ada peserta bidar lagi karena tidak ada perahunya dan tradisi bidar ini akan punah dan tinggal sejarahnya saja.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved