Viral Jukir Liar di BKB Bikin Malu Palembang, Pengamat Sebut Ada yang Salah Institusinya

Terulangnya viral aksi juru parkir (Jukir) liar di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang yang membuat resah masyarakat. 

Penulis: Arief Basuki | Editor: adi kurniawan
Hartati
BENTENG KUTO BESAK - Terulangnya viral aksi juru parkir (Jukir) liar di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang yang membuat resah masyarakat.  

SRIPOKU. COM, PALEMBANG -- Pengamat Kebijakan Publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sumpah Pemuda (Stihpada) Palembang Ade Indra Chaniago mengungkapkan, ada yang salah di institusi yang bertanggung jawab.

Sehingga terulangnya viral aksi juru parkir (Jukir) liar di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang yang membuat resah masyarakat. 

"Pastinya prihatin, karena bukan barang baru (Pungli Jukir), artinya ada yang salah dengan institusinya," kata Ade.

Menurut Ade masih terulang kejadian serupa itu, menunjukkan tidak ada kontrol dari pimpinan atau pihak yang bertanggung jawab terkait hal itu, dimana biasanya kontrol ketat selama ini jika ada terjadi. 

"Kedua lemahnya kontrol, inikan biasanya penyakit kita ada kejadian heboh, biasa tenang sesaat lupa kita dan tidak melakukan kontrol. Biasanya seperti itu dan kejadian itu terus berulang," ucapnya.

Baca juga: Jukir Ilegal Tiarap, Pengunjung BKB Minta Pengamen Ditertibkan karena Meresahkan Pengunjung

Diungkapkan kandidat doktor ini, kedepannya diperlukan pembenahan institusi yang bertanggung jawab selama ini, sehingga apa yang diharapkan bisa terealisasikan. 

"Diperlukan pembenahan institusi, untuk wilayah tertentu bisa dibilang Landmark (BKB) kota Palembang, dan kita tahu orang dari mana saja ke Palembang, biasanya ke Jembatan Ampera Dan BKB selain makan pempek. Harusnya ini jadi skala prioritas bagi Pemkot Palembang, sebab ada yang salah institusinya, harusnya melakukan kontrol tapi tidak sehingga terjadi berulang," bebernya. 

Ade pun menilai, masalah ini kemudian disalahkan 'dikambing hitamkan' kepada satu instansi saja, tapi harus jadi tanggung jawab bersama-sama dengan melibatkan aparat lainnya.

"Sehingga mereka berfikir dan memang konsekuensi dari itu arahnya ke biaya yang harus dikeluarkan juga, " tukasnya.

Kepala OPD Terancam Dicopot

Walikota Palembang, Ratu Dewa, menunjukkan kekesalan dan kegeramannya terhadap kinerja jajarannya yang dinilai setengah hati dalam menjaga ikon pariwisata Benteng Kuto Besak (BKB).

Insiden pemalakan atau keberadaan juru parkir (jukir) liar yang kembali viral karena menarik tarif tidak sesuai, membuat Ratu Dewa geram dan mengancam akan mencopot jabatan kepala OPD terkait jika kejadian serupa terulang.

Menurut Ratu Dewa, ia bersama Wakil Walikota Palembang, Prima Salam, telah menginstruksikan agar sistem parkir di kawasan BKB dan titik-titik lainnya diubah menjadi parkir online.

Hal ini menyusul viralnya masalah pungutan liar parkir baru-baru ini. Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Komunikasi dan Informasi diminta untuk segera mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang.

Baca juga: Pengakuan Jukir yang Palak Youtuber Om Motomobi di BKB Palembang, Uang Rp 5 Ribu Buat Beli Kopi

"Parkir di BKB sudah viral. Kenapa viral? Karena saat kejadian kita begawe (bekerja) setengah-setengah, dan ini sudah saya bilang berulang kali ke jajaran, diawasi nian, jangan ada yang main-main. Kalau soal jukir, Kadishub harus tegas di lapangan. Tapi kalau ngangguk-ngangguk, enggak ditoleh orang, dan ini terulang-ulang lagi, kan malu dan tercoreng Palembang," kesal Dewa.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved