PT LPI Produksi 26 Ribu Ton Gula

Tayang:

MARTAPURA – Sepanjang tahun 2009 ini perkebunan tebu PT Laju Perdana Indah (LPI) yang berkedudukan di Kabupaten OKU Timur  telah memproduksi sekitar 26,5 ribu ton gula pasir melalui pabrik gula Cinta Manis (OI) dan pabrik tebu Gunung Madu (Lampung).

“Karena pabrik kita (PT LPI) masih dalam tahap finising maka untuk sementara  bahan baku, kita dikirim ke kedua pabrik gula Cinta Manis dan Gunung Madu,” tegas Plantion Manager PT LPI Ir H Ishar Madi MS, Senin (23/11)  di Martapura.

Menurutnya, dari luas 21.502 hekatar lahan hak guna usaha (HGU) PT LPI seluas 8.300 hektar diantaranya sudah tertanami sedangkan sisanya masih berupa lahan tidur dan siap untuk digarap dan ditanami bibit tebu baru.

“Yang sudah ditebang atau produksi baru ada sekitar 3.600 hektar saja dan menghasilkan  batang tebut seberat  300 ribu ton tebu siap giling,” tambahnya.

Disebutkan tingkat rendemen gula yang dihasilkan dari  Cinta Manis  sebesar 7,3 persen sedangkan  untuk pabrik  Gunung Madu jauh diatasnya yakni rendemen 8,5 pesen.

"Untuk pabrik gula milik PT LPI  yang  diperkirakan akan rampung seratus persen  bulan April 2010 mendatang diharapkan tingkat randemennya jauh diatas randemen kedua pabrik yang sudah ada selama ini," tambahnya.

Pembangunan pabrik gula PT LPI dibangun di areal seluas 40 hektar  tersebut  tegas Ishar, menelan dana  118,4 juta dolar. Ditambah  biaya fasilitas lain seperti alat mesin pertanian dan lainnya hingga mencapai total Rp 2 triliun, yang saat ini mesinnya sudah terpasang.

“Pabrik ini nantinya akan memproduksi 140 ribu ton gula per tahun dengan bahan baku tebu 8.000 ton per hari yang bisa ditingkatkan 10 ribu ton per hari," katanya. 

Kualitas gula yang dihasilkan standard icumsa 100 yang diharapkan efektif berproduksi pada bulan Juni 2010,” tegasnya.

PT LPI  menurut Ishar, telah  mempekerjakan  3.700 orang tenaga kerja yang meliputi tenaga kerja tebang sebanyak 2.000 orang, tenaga harian lepas  1.000 orang dan sisanya 700 orang lagi merupakan tenaga kerja tetap.

“Kita masih akan terus merekrut lebih banyak lagi tenaga kerja lokal menyusul akan segera dioperasionalkannya pabrik  sendiri pada bulan April 2010 mendatang,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved