Heboh Intimidasi di SDN 85 Palembang
Walikota Ratu Dewa Bertindak Cepat Usai Video Kekerasan di SDN 85 Palembang Viral, Turunkan 3 OPD
Dalam video berdurasi 60 detik yang diunggah di Instagram, terlihat seorang pria yang diduga berprofesi sebagai office boy (OB)
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan insiden kekerasan di SDN 85 Palembang viral di media sosial, memicu respons cepat dari Walikota Palembang, Ratu Dewa.
Dalam video berdurasi 60 detik yang diunggah di Instagram, terlihat seorang pria yang diduga berprofesi sebagai office boy (OB) tergeletak pingsan di salah satu ruangan sekolah.
Video tersebut juga disertai narasi yang menuduh kepala sekolah sering melakukan kekerasan verbal, termasuk membentak guru dan OB.
Tak hanya itu, unggahan tersebut juga mencantumkan sejumlah dugaan pelanggaran serius lainnya di sekolah tersebut, mulai dari penyelewengan dana BOS, pemotongan honor, hingga manipulasi absensi.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Ratu Dewa langsung menginstruksikan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun tangan.
"Saya sudah perintahkan inspektur (inspektorat) untuk cek, dan di-BAP bersama BKPSDM dan Disdik," ujar Ratu Dewa pada Selasa (5/8/2025).
Walikota menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran dari video dan tuduhan yang beredar.
Namun, ia memastikan akan ada sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran. "Kita harap hal-hal seperti itu tidak terjadi dan bisa diselesaikan segera," tambahnya.
Kepala Sekolah Membantah Tuduhan, Sebut Ada Salah Paham
Secara terpisah, Kepala Sekolah SDN 85 Palembang Usta, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.
Usta menjelaskan bahwa peristiwa dalam video terjadi saat sekolah sedang mengadakan rapat internal.
Ia mengakui sempat marah, namun membantah telah membentak atau melakukan kekerasan fisik terhadap OB bernama Siti Mariam.
"Ketika saya sedang menerangkan materi, pembicaraan saya langsung dipotong oleh Siti Mariam. Oleh karena itulah saya marah. Namun bukan membentak Siti, itu tidaklah benar," tegas Usta.
Ia juga menampik tuduhan melakukan kontak fisik. "Tidak ada kontak fisik apalagi penganiayaan. Siti juga saat itu terlihat lelah, namun seolah-olah seperti pingsan," lanjutnya.
Mengenai dugaan penyelewengan dana BOS dan pemotongan honor, Usta membantah keras tuduhan tersebut.
Ia bahkan menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan sudah datang dan melakukan klarifikasi.
Menurutnya, postingan viral tersebut tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya dan hanya berusaha menggiring opini publik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.