Pintar Kemenag
Apa yang Dimaksud dengan Academic Misconduct, Jawaban Modul 3.6 MOOC Pintar Kemenag Bagian 2
Academic misconduct adalah istilah yang mengacu pada segala bentuk pelanggaran terhadap integritas
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Di bawah ini Kunci jawaban MOOC Pintar Kemenag Penanganan Academic Misconduct 3.6 Penanganan Academic Misconduct.
Jawaban pelatihan pada modul Penanganan Academic Misconduct - Bagian 2 ini bisa menjadi referensi bagi Bapak/Ibu Guru yang sedang mengikuti pelatihan MOOC Pintar Kemenag.
4. Apa yang dimaksud dengan academic misconduct...
A. Pelanggaran nilai etika pribadi
B. Tindakan yang melibatkan kecurangan finansial
C. Kesalahan administratif dalam penelitian
D. Perilaku yang melanggar integritas akademik seperti plagiarisme atau manipulasi data
Jawaban: D
Penjelasan:
Academic misconduct adalah istilah yang mengacu pada segala bentuk pelanggaran terhadap integritas akademik, terutama dalam konteks kegiatan ilmiah dan pendidikan, seperti penelitian, penulisan, pengajaran, dan evaluasi.
Tindakan yang termasuk dalam academic misconduct mencakup, tetapi tidak terbatas pada:
- Plagiarisme (mengambil karya atau ide orang lain tanpa mencantumkan sumber)
- Fabrikasi data (membuat data palsu)
- Manipulasi atau falsifikasi data
- Mencontek atau membantu kecurangan dalam ujian
- Duplikasi publikasi (menerbitkan karya yang sama di lebih dari satu tempat tanpa izin)
- Mengklaim kontribusi yang tidak dilakukan
Kesimpulan: Jawaban D benar, karena academic misconduct adalah semua bentuk perilaku tidak jujur yang melanggar integritas akademik, termasuk plagiarisme, manipulasi data, fabrikasi hasil, dan kecurangan lainnya dalam konteks akademik.
Baca juga: Seorang Peneliti Mengerjakan Penelitian dan Merasa Tertekan untuk Menghasilkan Data, Modul 3.6 MOOC
Jawaban soal lainnya:
1.Apa langkah terakhir dalam investigasi academic misconduct...
A. Mendokumentasikan seluruh proses investigasi
B. Menyusun laporan baru untuk keperluan internal
C. Memberikan pelatihan tambahan kepada pelanggar
D. Melakukan wawancara ulang dengan saksi
Jawaban: C
2. Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam menegakkan sanksi terhadap pelanggar academic misconduct di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan...
A. Terlalu banyaknya pelanggaran yang tidak terdeteksi
B. Kurangnya sumber daya manusia untuk melakukan investigasi
C. Adanya rasa takut dari pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan keras
D. Ketidakjelasan peraturan yang mengatur academic misconduct
3. Seorang peneliti sedang mengerjakan penelitian dan merasa tertekan untuk menghasilkan data yang sesuai dengan hipotesis awal. Apa yang seharusnya dia lakukan untuk menjaga etika penelitian..
A. Mengabaikan hasil yang tidak sesuai dengan hipotesis dan hanya melaporkan data yang mendukungnya
B. Menyusun data secara jujur dan melaporkan temuan yang sebenarnya meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan
C. Mengubah data agar mendukung hipotesis yang diinginkan untuk mempercepat proses publikasi
D. Membagikan data yang telah diubah kepada kolega untuk mendapatkan umpan balik yang lebih baik
Jawaban: B
5. Didapati bahwa ada salah satu siswa/mahasiswa telah menggunakan karya orang lain dalam tugas akhir, namun dengan dalih bahwa dia tidak mengetahui bahwa itu adalah plagiarisme. Apa sikap yang seharusnya diambil oleh pengajar.....
A. Memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperbaiki tugasnya dan memberikan pembelajaran tentang plagiarisme
B. Mengabaikan masalah ini karena mahasiswa tersebut tidak berniat untuk melanggar aturan
C. Menegur mahasiswa, tetapi tidak memberikan sanksi apapun karena tidak ada niat buruk.
D. Memberikan nilai buruk pada tugas tersebut tanpa memberikan kesempatan untuk memperbaikinya, karena ini adalah pelanggaran serius
Jawaban: A
6. Siapa pihak yang berwenang menerima laporan academic misconduct....
A. Tim pengawas ujian
B. Komite etika atau dosen terkait
C. Kepala program studi
D. Teman sekelas
Jawaban: B
7. Dalam studi kasus, mahasiswa menyerahkan tugas tanpa mencantumkan referensi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah-
A.Menghapus tugas dari sistem akademik
B. Melaporkan kasus tersebut ke pihak rektorat
C. Memberi sanksi langsung kepada mahasiswa
D. Memverifikasi keaslian tugas menggunakan perangkat lunak anti-plagiarisme
Jawaban: D
8. Bagaimana cara terbaik untuk mencegah plagiarisme saat menulis tugas akademik...
A. Menulis tugas tanpa merujuk pada sumber apa pun agar tidak perlu mengutip
B. Mengandalkan teman sekelas untuk menulis tugas dan mengutipnya dengan benar
C. Menyalin sebagian kecil teks dari sumber dan mengubah beberapa kata
D. Menggunakan sitasi yang tepat untuk setiap informasi yang diambil dari sumber eksternal
Jawaban: D
9. Dalam sebuah penelitian, seorang dosen menemukan bahwa data yang digunakan oleh rekan penelitinya sudah dimanipulasi agar sesuai dengan hipotesis yang diinginkan. Apa langkah terbaik yang harus diambil oleh dosen tersebut...
A. Menyembunyikan masalah ini dan berharap masalah tersebut tidak terdeteksi oleh pihak lain.
B. Mengabaikan masalah ini untuk menjaga hubungan profesional dan mengharapkan hasil penelitian tersebut diterima begitu saja
C. Mengonfrontasi rekan peneliti dengan masalah ini dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki data atau menarik laporan tersebut sebelum dipublikasikan
Jawaban: C
10. Mengapa penting adanya pembinaan terhadap pelanggar academic misconduct selain pemberian sanksi...
A. Untuk memperbaiki perilaku pelanggar agar tidak mengulang kesalahan yang sama
B. Agar pelanggar dapat kembali melakukan pelanggaran lebih terencana
C. Agar pelanggar dapat tetap mempertahankan posisi akademiknya
D. Untuk menciptakan ketakutan sehingga tidak akan ada lagi pelanggaran di masa depan
Jawaban: A
Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News
Pintar Kemenag
Apa yang dimaksud dengan Academic Misconduct
MOOC
Jawaban Modul 3.6 Pintar Kemenag
Modul 3.6
| Seorang Guru Sering Menggunakan Ancaman Agar Siswa Patuh, Dalam Kerangka 5 Tipe Koneksi, Modul 6.15 |
|
|---|
| Dalam Klasifikasi Tipe Koneksi, Posisi Mana yang Merupakan Satu-satunya Tipe Membangun, Modul 6.15 |
|
|---|
| Manakah Perbedaan Mendasar Antara Tipe Penghukum. dan Pembuat Merasa Bersalah, Modul 6.15 |
|
|---|
| Strategi Name It To Tame It, Sebutkan untuk Jinakkan Dilakukan dengan Cara Menamai Emosi, Modul 6.15 |
|
|---|
| Bagian Diakhiri Koneksi Lagi dalam Jurus Burger, Seperti Kalimat Saya Percaya Kamu Bisa, Modul 6.15 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Apa-yang-Dimaksud-dengan-Academic-Misconduct-Jawaban-Modul-36-MOOC-Pintar-Kemenag-Bagian-2.jpg)