UPDATE Ancaman Tsunami di Gorontalo, BMKG Cabut Status Waspada, Peringatan Dini Resmi Berakhir

Peringatan tersebut resmi dikeluarkan oleh akun BMKG Gorontalo melalui siaran WhatsApp

Editor: Fadhila Rahma
InaTEWS - BMKG
STATUS WASPADA - Tangkapan layar InaTEWS - BMKG tentang peringatan dini tsunami, Kamis (31/7/2025). BMKG resmi mencabut status waspada tsunami. Hal itu berlaku pada 10 wilayah sasaran tsunami termasuk Gorontalo. 

SRIPOKU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut status waspada tsunami.

Hal itu berlaku pada 10 wilayah sasaran tsunami termasuk Gorontalo.

Peringatan tersebut resmi dikeluarkan oleh akun BMKG Gorontalo melalui siaran WhatsApp pada 23.44 Wita.

"Peringatan Dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa Mag: 8,7, 30-Jul-2024 06.24.51 WIB, dinyatakan telah berakhir," dikutip TribunGorontalo.com.

Hal tersebut juga dilihat dari website Indonesia Early Warning System (InaTEWS-BMKG) di https://inatews.bmkg.go.id/

Pencabutan itu dilakukan pada pukul 23.44 WIB, Rabu 31 Juli 2025.

Andri Wijaya Bidang, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Gorontalo juga membenarkan hal tersebut.

"Iya sudah dicabut," ujarnya melalui pesan singkat kepada TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025) malam.

Dengan begitu berakhirlah sudah peringatan dini tsunami.

Status waspada tsunami di Gorontalo ini dicabut karena gelombang tsunami yang diperkirakan tidak akan terjadi atau sudah lewat.

Namun biasanya, dari waktu prediksi BMKG masih menunggu 2-3 jam lagi.

Masyarakat pun sudah bisa kembali ke tempat tinggalnya terutama bagi mereka yang sebelumnya diminta untuk evakuasi ke tempat tinggi.

Selain itu, masyarakat pun sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Tapi, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB dan pemerintah daerah untuk mencegah adanya informasi hoaks.

Sebelumnya diberitakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Gorontalo merilis prediksi Tsunami terjadi di Gorontalo.

Tsunami ini diprediksi akan menerjang wilayah Kota Gorontalo dengan estimasi waktu di pukul 16.39 Wita pada 30 Juli 2025.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m),  di wilayah : 

  1. Talaud (ETA 14:52:24 WITA)
  2. Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA)
  3. Halmahera Utara (ETA  16:04:24 WIT)
  4. Manokwari (ETA 16:08:54 WIT)
  5. Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT)
  6. Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT)
  7. Supiori (ETA 16:21:54 WIT)
  8. Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT)
  9. Jayapura (ETA 16:30:24 WIT)
  10. Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)

Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. 

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

Tsunami ini merupakan imbas dari gempa berkekuatan 8,7 magnitudo yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Rabu, (30/7/2025) pukul 06.24 WIB.

Gempa tektonik ini juga mengakibatkan tsunami di beberapa negara yakni Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. 

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas  subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka ( Kurile-Kamchatka Trench ). Gempabumi ini memiliki mekanisme naik ( thrust fault ).


(TribunGorontalo.com)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved