3 Dampak Perang Thailand dan Kamboja bagi Indonesia

Perang perbatasan antara Thailand dan Kamboja diperkirakan akan berdampak pada beberapa sektor di Indonesia.

Editor: adi kurniawan
Istimewa
KONFLIK THAILAND KAMBOJA - Sejumlah warga Thailand berlindung di bunker seadanya sesaat militer Kamboja melakukan serangan di perbatasan kedua negara pada Kamis (24/7/2025). (Tangkap layar lembaga penyiaran Thailand TBPS) 

SRIPOKU.COM – Perang perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang pecah sejak Kamis (24/7/2025) diperkirakan akan berdampak pada beberapa sektor di Indonesia.

Meskipun belum terlihat secara langsung, konflik ini berpotensi mengganggu rantai pasok industri, khususnya otomotif dan elektronik, namun juga membuka peluang baru di sektor pariwisata.

Berikut ini beberapa dampak dari konflik Thailand dan Kamboja bagi Indonesia:

Potensi Gangguan Industri dan Risiko PHK

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa salah satu dampak yang paling diwaspadai adalah terganggunya rantai pasok industri.

Baca juga: Memanas Sejak Mei Lalu, Perang Thailand dan Kamboja Kembali Terjadi, Ini Penyebab Konflik Terbaru

Thailand merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia untuk komponen kendaraan dan barang elektronik.

"Kalau kita tidak siap dan mewanti-wanti, bisa berdampak ke gangguan rantai pasok industri otomotif dan elektronik sehingga bisa picu PHK. Kalau PHK merebak, maka pendapatan masyarakat akan merosot tajam,” kata Bhima kepada Kompas.com, Minggu (27/7/2025).

Ia menambahkan, banyak pabrik otomotif di Indonesia sangat tergantung pada pengiriman suku cadang dari Thailand, dan konflik berkepanjangan dapat menaikkan biaya logistik serta menghambat pengiriman.

Judi Online di Kamboja Bisa Terganggu

Di sektor digital, perang Thailand dan Kamboja juga diperkirakan memengaruhi operasi situs judi online yang banyak bermarkas di Kamboja.

Menurut Bhima, kondisi ini secara tidak langsung dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia.

"Harapannya ini terganggu karena perang, sehingga judi onlinenya bisa berkurang dan itu bisa menguntungkan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kamboja dikenal sebagai pusat operasi judi online di Asia Tenggara, dan jika infrastruktur digital atau logistiknya terdampak perang, aktivitas tersebut bisa melemah.

Bali Berpeluang Gaet Wisatawan Pengganti Thailand

Di sisi lain, sektor pariwisata Indonesia justru berpeluang mendapat limpahan wisatawan asing.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved