Profil dan Sosok

Sosok Harina Siregar Dari Honorer Kini Jadi Lurah 16 Ilir Palembang

Adalah Harina Siregar, S.Sos., M.Si., sosok di balik kepemimpinan kelurahan yang seolah tak pernah tidur ini.

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Mat Bodok
SOSOK LURAH - Harina Siregar, S.Sos., M.Si Lurah 16 Ilir saat diwawancarai, Jumat (25/7/2025). Ia merintis karir dari bawah sebagai seorang honorer hingga diangkat menjadi PNS. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Di tengah hiruk pikuk pusat perbelanjaan dan denyut nadi ekonomi Palembang, Kelurahan 16 Ilir, kepemimpinan membutuhkan sentuhan khusus.

Adalah Harina Siregar, S.Sos., M.Si., sosok di balik kepemimpinan kelurahan yang seolah tak pernah tidur ini.

Dengan pendekatan yang ia sebut 'stimulus', ia merangkul RT, RW, dan warganya untuk bersama-sama menata wajah salah satu kawasan tersibuk di Kota Palembang.

Perjalanan Harina hingga menduduki kursi Lurah 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, bukanlah jalan pintas.

Kisahnya adalah cerminan dari pengabdian panjang yang dimulai dari bawah. Selama empat tahun, dari 2004 hingga 2008, ia mengabdikan diri sebagai tenaga honorer di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang.

Sebuah penantian panjang akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2019, nasib baik berpihak padanya saat ia dinyatakan lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Saya mengabdi berawal dari tenaga honorer dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus sebagai CPNS," kenang Harina saat ditemui pada Jumat (25/7/2025).

Setelah lulus, ia ditugaskan di Dinas Pariwisata Kota Palembang, sebuah posisi yang diembannya dari tahun 2019 hingga 2022.

Pengalamannya di sana memberinya wawasan baru, hingga akhirnya pimpinan memberikan amanah besar untuk memimpin Kelurahan 16 Ilir.

"Hingga kini, pimpinan mempercayai saya untuk memimpin di 16 Ilir ini," ujarnya dengan nada syukur.

Memimpin kelurahan yang menjadi etalase kota bukanlah tugas yang mudah. Harina sadar betul bahwa adaptasi dan kolaborasi adalah kunci.

Dengan 16 Ketua Rukun Tetangga (RT) dan 5 Ketua Rukun Warga (RW) di wilayahnya, ia mengedepankan keterbukaan informasi dan komunikasi yang intensif.

"Memimpin di sini tidaklah mudah. Pertama, kita harus melakukan keterbukaan informasi publik," jelas Harina.

"Setiap Ketua RT dan RW harus terus berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan bersama, terutama soal kebersihan dan keamanan."

Baginya, menciptakan stimulus rangsangan yang bisa ditangkap panca indera untuk memicu respons positif adalah metode untuk mengajak semua elemen masyarakat bergerak bersama.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved