Berita Prabumulih

Penjahit Lokal Tak Punya E-katalog, Ribuan Seragam Sekolah Gratis Dinikmati Penjahit Luar

Jika dipaksakan membeli dari pedagang atau penjahit lokal Prabumulih maka akan menjadi temuan dan akan bermasalah hukum di kemudian hari.

Tayang:
Penulis: Edison Bastari | Editor: tarso romli
handout
MENJAHIT PAKAIAN - Sejumlah penjahit sedang menjahit pakaian seragam sekolah. Para penjahit pakaian lokal Prabumulih tidak miliki E-Katalog sehingga tidak bisa mendapatkan borongan jahitan pakaian seragam dari Pemerintah Kota Prabumulih. 

PRABUMULIH, SRIPO - Para penjahit atau pengusaha pembuat pakaian di kota Prabumulih selain menjual produk yang dihasilkan secara manual di pasar, hendaknya memulai memasarkan produknya melalui aplikasi belanja online khususnya sistem informasi e-katalog.

Hal itu diperlukan lantaran saat ini pemerintah tidak bisa membeli pakaian dalam jumlah besar tanpa melalui e-katalog sesuai dengan aturan yang berlaku.

Seperti halnya dialami Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak bisa membeli seragam sekolah secara manual namun harus melalui pengadaan e-katalog.

"Kita terpaksa melakukan pengadaan seragam sekolah melalui e-katalog dan penjahit maupun pengusaha pakaian di kota Prabumulih tidak ada yang menggunakan e-katalog," ungkap Kepala Disdikbud Prabumulih, A Darmadi ketika diwawancarai wartawan.

Darmadi mengaku sesuai arahan Walikota Prabumulih H Arlan agar dalam pengadaan seragam sekolah gratis untuk 31 ribu lebih pelajar di Prabumulih memanfaatkan penjahit, pedagang maupun pengusaha pakaian Prabumulih.

"Namun itu tidak bisa dilakukan karena tidak bisa penunjukan langsung sehingga harus melalui e-katalog dan harus ke pengusaha di luar. Selain itu kebutuhan tidak sedikit tapi dalam jumlah banyak yakni 31 ribu pelajar dikali 2 stel pakaian," ujarnya.

Jika dipaksakan membeli dari pedagang atau penjahit lokal Prabumulih maka akan menjadi temuan dan akan bermasalah hukum.

"Kita tidak mau ada masalah ke depan, kita ikuti aturan yang berlaku," bebernya.

Hal yang sama disampaikan Walikota Prabumulih H Arlan yang mengakui pihaknya tidak membeli seragam sekolah gratis yang dibagikan ke pelajar melalui penjahit maupun pengusaha pakaian di kota Prabumulih.

"Penjahit dan penjual pakaian di Prabumulih belum ada yang pakai e-katalog, sehingga harus ke luar yang ada e-katalognya," ungkap Arlan kepada wartawan.

Arlan mengaku pembagian seragam sekolah kepada pelajar di Prabumulih akan dilakukan setiap tahun dan jika tahun akan datang ada pengusaha lokal yang telah terdaftar e-katalog maka akan diberdayakan.

"Tiap tahun kita bagikan seragam, kalau kedepan ada, kalau saat ini tidak ada yang e-katalog," tuturnya.

Seperti diketahui, E-Katalog adalah sistem informasi elektronik yang berisi daftar, jenis, spesifikasi teknis, harga dan informasi lain dari berbagai penyedia barang atau jasa yang digunakan dalam proses pengadaan barang atau jasa pemerintah. 

Aplikasi ini adalah aplikasi belanja online yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved