Berita Jokowi
Kecurigaan Dokter Tifa soal Kondisi Penyakit Jokowi & Tonjolan di Perut, Duga Ada Metode Cuci Darah
Kondisi penyakit Jokowi yang membuat penampilan Presiden ke 7 RI itu berubah drastis terus dikuliti.
Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Fadhila Rahma
Terkait dengan tonjolan di perut tersebut, Dokter Tifa mengurai analisanya.
Tifa menduga, tonjolan di perut Jokowi itu adalah alat kesehatan bernama CAPD.
Untuk diketahui, CAPD adalah Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis yang merupakan alat untuk metode cuci darah melalui rongga perut.
"Kalau melihat dari tanda dan gejala yang sama-sama kita lihat, praktis sejak bulan April 2025 hingga sekarang, dan saya asses adalah Penyakit Autoimun Agresif, maka dugaan saya alat itu adalah CAPD. Ini adalah assessment dari seorang Dokter atas pertanyaan para netizen," ungkap Dokter Tifa dalam postingannya di Twitter.
Diungkap Dokter Tifa, ia cemas melihat kondisi Jokowi terkini.
Analisa soal penyakit Jokowi tersebut kata Tifa tidak ada kaitannya dengan kasus ijazah palsu yang kini menyeretnya.
Dokter Tifa lantas kembali mengurai analisanya soal dugaan Jokowi mengidap autoimun.
"Penyakit Autoimun Agresif yang perjalanan penyakitnya kurang dari 6 bulan menuju terminal stage, dengan gejala perubahan kulit yang agresif, gatal luarbiasa, sarkopenia atau otor mengecil dengan cepat menimbulkan kelemahan dan kehilangan berat badan , kerusakan organ-organ agresif terutama ginjal dan sistem imun, antara lain Lupus Nephritis grade IV-V, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), Scleroderma Renal Crisis, yang bisa merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan.
Sebagai Dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau. Ketika kondisi Autoimun sangat agresif, dan menyerang organ-organ dengan cepat terutama ginjal, maka CAPD sama sekali tidak mendukung," tulis Dokter Tifa.
Ajudan bantah penyakit serius
Sementara itu, Ajudan Mantan Presiden Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah mengatakan semenjak video wawancara Jokowi dengan kondisi kulit yang diluar kondisi normal viral, tak dipungkiri banyak yang menanyakan kondisi kesehatan mantan Wali Kota Solo itu.
“Ya ada mungkin yang belum tahu secara langsung hanya melihat dari layar TV karena mungkin muncul di kulit beliau jadi banyak yang nanya. Nggak (menular),” jelasnya.
Kemungkinan alergi ini karena perubahan cuaca selepas dari Vatikan.
Seperti diketahui, Jokowi menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, 26 April 2025 lalu.
Ia diutus bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, dan Eks Menteri ESDM, Ignasius Jonan.
| Penyebab Jokowi Tolak Tawaran Wantimpres Prabowo Terjawab, Ayah Gibran Ungkap Santai Keinginannya |
|
|---|
| Jokowi Suarakan Prabowo- Gibran 2 Periode, Nasib Wapres Disebut Tak Aman, Golkar Belum Tentu Dukung |
|
|---|
| IMBAS Datangi Makam Keluarga Jokowi, Roy Suryo dkk Terancam Dipenjara, Pendukung Geram: Penghinaan |
|
|---|
| PASCA Ijazah, Kini dr Tifa Selidiki Orangtua Jokowi, Nekat Datangi Makam Keluarga, Tuding Ibu Tiri |
|
|---|
| Penampilan Wajah dan Tubuh Jokowi Berubah Drastis, Ajudan Bantah Sakit, dr Tifa Ultimatum: Bertobat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ada-Tonjolan-di-Perut-Kondisi-Penyakit-Jokowi-Dikuliti-Dokter-Tifa.jpg)