Kunci Jawaban

Sebagai Guru, Bagaimana Strategi Terbaik Menerapkan Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Sekolah?

Sebagai seorang guru, bagaimana strategi terbaik dalam menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah?

Freepik
MODUL 3 LATIHAN PEMAHAMAN - Ilustrasi guru. Sebagai Guru, Bagaimana Strategi Terbaik Menerapkan Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Sekolah 

SRIPOKU.COM - Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Latihan Pemahaman Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai, Topik 2 Makna, Urgensi dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional.

Dasar Materi yang akan dibahas yakni Komitmen Saya untuk Pendidikan Nilai.

Materi Komitmen Saya untuk Pendidikan Nilai, pertanyaan nomor 3 'Sebagai seorang guru, bagaimana strategi terbaik dalam menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah?'.

Jawaban di bawah juga dilengkapi dengan pembahasan agar memudahkan Bapak/Ibu Guru dalam memahaminya.

Baca juga: Modul 3, Manakah Urutan yang Paling Tepat Untuk Memastikan Internalisasi Nilai Berlangsung Efektif?

3. Sebagai seorang guru, bagaimana strategi terbaik dalam menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah?

A. Menjadikan pendidikan karakter sebagai program ekstrakurikuler bagi siswa bermasalah

B. Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran dengan metode refleksi, diskusi kasus, dan proyek berbasis nilai

C. Menerapkan sistem reward bagi siswa yang menunjukkan perilaku baik

D. Mengandalkan wali kelas untuk menanamkan nilai-nilai karakter tampa perlu intervensi dalam mata pelajaran lainnya.

E. Membuat peraturan sekolah yang ketat dengan hukuman bagi siswa yang melanggar

Jawaban: B

Pembahasan;

Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran dengan metode refleksi, diskusi kasus, dan proyek berbasis nilai adalah strategi terbaik dan paling efektif dalam menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah.

Penjelasan:

Mengapa integrasi ke semua mata pelajaran penting?

Pendidikan karakter bukan mata pelajaran terpisah, melainkan harus menjadi jiwa dari seluruh proses pembelajaran.

Setiap guru, tak peduli mata pelajarannya, memiliki peran dalam membentuk karakter siswa.

Metode yang digunakan:

  1. Refleksi

Siswa diajak merenungkan nilai yang terkandung dalam materi atau pengalaman belajar mereka.

Contoh: Setelah pembelajaran IPA tentang lingkungan, siswa diminta menulis refleksi tentang tanggung jawab menjaga alam.

2. Diskusi Kasus

Mengangkat dilema atau situasi nyata untuk dibahas bersama, menumbuhkan sikap kritis, empati, dan kemampuan mengambil keputusan bermoral.

Contoh: Dalam pelajaran PPKn, membahas kasus toleransi antarumat beragama di masyarakat.

3. Proyek Berbasis Nilai (Value-Based Projects)

Siswa mengerjakan proyek yang menekankan penerapan nilai seperti kerja sama, kepedulian sosial, atau kejujuran.

Contoh: Proyek sosial membantu warga sekitar, atau kampanye anti-perundungan.

Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved