Prof Dr Romli Meninggal Dunia
Sosok Prof Dr Romli, Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Eks Petinggi Muhammadiyah Sumsel
Sosok Prof Dr Romli yang baru saja meninggal dunia. Ia dikenal individu yang sangat mencintai pekerjaannya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Prof Dr Romli meninggal dunia pada Sabtu (14/6/2025) malam.
Kabar yang diterima Sripoku.com pada Minggu (115/6/2025), Prof Dr Romli meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS Muhammadiyah Palembang.
Prof Dr Romli meniggal dunia dibenarkan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumsel, Ridwan Hayatuddin.
"Almarhum meninggal semalam pada Sabtu 19 Dzulhijjah jam 19.23 malam di RS Muhammadiyah Palembang, " kata Ridwan, Minggu (15/6/2025).
Menurut Ridwan, almarhum sempat dimandikan dengan pelayat cukup banyak disholatkan di Masjid yang ada di lingkungan RS Muhammadiyah Palembang Jl Jenderal Ahmad Yani Palembang, Sabtu (15/6/2025) malam.
Selanjutnya, almarhum diantar ke rumah duka di komplek RSS Kebun Bunga Sukarame Palembang sekitar pukul 22.00 Wib.
"Kalau tidak salah sampai tiga kali disholatkan rombongan yang datang, dan hari ini habis Zuhur disholatkan dan dimakamkan di TPU Kebun Bunga dekat rumah beliau, " jelasnya.
Diterangkan Ridwan, almarhum merupakan sepupunya.
Almarhum dikenal tekun dan fokus atas pekerjaanya, setiap pekerjaan betul-betul dihayatinya.
"Itu yang membuat ia sukses sampai sekarang. Jadi apapun yang ia kerjakan berhasil, karena fokus, konsisten dengan pekerjaan, " ucapnya.
Baca juga: Breaking News : Prof Dr Romli Meninggal Dunia, Pernah Jabat Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah Sumsel
Selain itu dikatakan Ridwan sosok almarhum sudah banyak berbuat bagi perkembangan organisasi Muhammadiyah di Sumsel.
Terlebih, almarhum sempat menjabat Ketua pimpinan cabang Muhammadiyah Ilir Timur (IT) I selama dua periode, Ketua pimpinan daerah Muhammadiyah kota Palembang dua periode, kemudian Ketua PW Muhammadiyah Sumsel dua periode 2010-2022, hingga digantikan dirinya sebagai ketua PW Muhammadiyah Sumsel.
"Jadi memang keunggulan beliau dalam hidup yang patut dicontoh itu, terutama fokus dan tekun, ketika fokus dan tekun segala kesulitan pelan- pelan akan teratasi," paparnya.
Almarhum juga sosok yang cinta ilmu, makanya bergelar Profesor, karena relatif keilmuan selama ini.
"Ketiga, beliau juga gemar bersilahturahmi. Itu sosok patut kita contoh dari beliau, " jelasnya, seraya almarhum selalu memberikan masukan dan kadang mengkritisi gagasan bagi PW Muhammadiyah Sumsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/TUTUP-USIA.jpg)