Panduan dan Niat Puasa Arafah Jelang Idul Adha Lengkap Dengan Keutamaannya

Puasa Arafah merupakan amalan yang dianjurkan sebelum Hari Raya Idul Adha, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Editor: adi kurniawan
TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI
JEMAAH HAJI - Suasana di tempat tawaf usai Mekkah ditinggal jutaan jemaah haji. Panduan dan Niat Puasa Arafah Jelang Idul Adha Lengkap Dengan Keutamaannya 

SRIPOKU.COM -- Menjelang Idul Adha 2025, umat Muslim kini mempersiapkan pelaksanaan ibadah sunnah, yakni Puasa Arafah.

Amalan tersebut merupakan amalan yang dianjurkan sebelum Hari Raya Idul Adha, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Puasa Arafah memiliki berbagai keutamaan, salah satunya adalah dapat menghapus dosa selama dua tahun. 

Berdasarkan keputusan sidang isbat dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa (27/5/2025), Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah jatuh pada Jumat (6/6/2025). Ini artinya pelaksanaan Puasa Arafah dilakukan pada Kamis (5/6/2025)

Waktu tersebut sesuai dengan penetapan kalender hijriah yakni pada 9 Dzulhijjah, serta pada saat pelaksanaan haji sedang wukuf di Arafah.

Baca juga: Jadwal Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah Sebelum Idul Adha Lengkap Dengan Niat Hingga Keutamaannya

Niat dan tata cara Puasa Arafah

Dikutip dari Baznas, secara umum, tata cara puasa Arafah sama seperti puasa lainnya. Umat Muslim yang menjalankannya wajib menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sejak fajar hingga matahari terbenam.

Namun, yang membedakan adalah waktu pelaksanaannya yang hanya dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah serta bacaan niat khusus. Berikut langkah-langkahnya,

1. Membaca niat Puasa Arafah

Niat puasa dapat dibaca pada malam hari sebelum sahur atau sebelum fajar menyingsing.
Lafal niat:

Nawaitu shouma arofata sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala."

2. Melaksanakan sahur

Disunnahkan untuk bersahur walau hanya dengan air putih. Selain mendatangkan pahala, sahur juga membantu agar tubuh lebih kuat menjalankan puasa. Bila tidak sempat sahur, puasa tetap dianggap sah.

3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved