Berita Palembang
Anting Putri Berusia 18 Tahun Dinobatkan Jadi Best Bonsai di Palembang, Ditaksir Rp 500 Juta
Sebuah mahakarya alam yang dipadukan dengan sentuhan seni, bonsai Anting Putri milik H. Aan, berhasil meraih predikat "Best in Show"
Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Sebuah mahakarya alam yang dipadukan dengan sentuhan seni, bonsai Anting Putri milik H. Aan, berhasil meraih predikat "Best in Show" dan "Best in Class Matang" dalam Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka Sriwijaya Berseni dan Berkarya Bersama.
Acara bergengsi ini diselenggarakan di halaman Kantor DPRD Sumsel. Bonsai berusia 18 tahun ini, yang sudah langganan juara di berbagai kontes, kembali membuktikan keunggulannya dengan menyingkirkan lebih dari 300 pesaing.
Bagi H. Aan, kemenangan ini menjadi kebahagiaan tersendiri di masa pensiunnya. "Alhamdulillah menang lagi, jadi hiburan mengisi pensiun menekuni bonsai karena bisa menaikkan imun tubuh sebab suka jadi bisa tetap sehat dan bugar," ujarnya pada Kamis (29/5/2025).
Kecintaan Aan terhadap tanaman telah tumbuh sejak ia masih lajang, dimulai dari menanam bunga.
Ketertarikannya pada bonsai muncul setelah menyaksikan kontes bonsai nasional di PTC Mall. Sejak saat itu, ia pun mendalami seni memelihara bonsai karena baginya, bonsai adalah seni yang tak pernah selesai.
"Berbeda dengan seni lainnya misal melukis, mengukir, memahat dan lainnya, kalau sudah membuat satu karya maka selesai akan pindah ke karya lainnya, tapi bonsai akan tetap dirawat tahunan, puluhan tahun bahkan ratusan tahun kemudian yakni dibentuk diolah ditata, bukan cuma ditanam tumbuh dan beres," jelas Aan, menggambarkan dedikasi yang dibutuhkan dalam merawat bonsai.
Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Palembang, Adam Handoko, membenarkan bahwa bonsai milik H. Aan memang kerap menorehkan prestasi.
Menurut Adam, dua juri kontes, Wahyudi Sambar dari Jakarta dan Iskandar dari Palembang, sepakat memilih bonsai Anting Putri sebagai "Best in Show" berdasarkan empat kriteria penilaian utama, penampilan, gerak dasar, keserasian, dan tingkat kematangan pohonnya.
"Dari 317 pohon yang ikut kontes ini kemudian dipilih 10 bonsai best ten yang dapat label tanda merah yang best bonsai, kemudian dari 10 inilah kemudian dipilih lagi best in show dan bonsai inilah (Anting Putri) yang menang," terang Adam.
Meski barang seni seringkali memiliki harga yang subjektif, bonsai Anting Putri ini ditaksir memiliki nilai fantastis, mencapai Rp 500 juta.
Semakin sering sebuah bonsai ikut kontes dan memenangkan penghargaan, harganya akan semakin melambung, serupa dengan karya seni lainnya.
Namun, pada akhirnya, harga jual sebuah bonsai tetap bergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Bagi para kolektor seni yang memahami nilai dan keindahan sebuah bonsai, harga yang mungkin terdengar mahal bagi orang awam bukanlah halangan.
Pameran bonsai ini sendiri digelar sejak 25 Mei hingga 30 Mei 2025, mencakup agenda penerimaan bonsai, penjurian, pembukaan pameran, hingga penutupan.
Sebanyak 317 pohon bonsai dari 250 peserta lokal asal Palembang turut memeriahkan kontes ini.
Adam berharap pameran ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat terhadap bonsai, serta menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran ide bagi para pecinta bonsai dengan hobi yang sama.
GEBU Minang Revitalisasi dan Beri Modal ke Pemilik RM Putra Minang yang Terbakar di Palembang |
![]() |
---|
Pembayaran Parkir Bandara Nontunai Sebabkan Antrean Panjang, Pengelola Sebut Proses Migrasi |
![]() |
---|
Hanya Enam dari 49 Bis Kaleng Boleh Beroperasi Masuk Kampus Unsri, Terhambat Aturan Ini |
![]() |
---|
Masjid Agung Palembang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Tanggal 4 September 2025 Malam |
![]() |
---|
Bus Kaleng Dilarang Masuk Kampus Unsri Indralaya, Begini Respon Komisi V DPRD Sumsel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.