Lalulintas Simpang Empat Kuto Palembang Kian Semrawut, Kesadaran Pengendara Rendah Jadi Ancaman

Kurangnya kesadaran pengendara motor dan mobil dalam mematuhi rambu lalu lintas lampu merah Kuto menyebabkan kondisi lalu lintas di area ini semrawut

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: adi kurniawan
Sripoku.com/Mat Bodok
LALULINTAS - Simpang empat lampu merah Kuto yang menghubungkan Jalan Kapten A Rivai menuju Jalan Veteran dan Jalan Dr M Isa menghubungkan Jalan Dr M Isa itu, Jumat (23/5/2025) lajur kendaraan tidak teratur, karena pengendara menerobos lampu merah dengan sengaja, baik dari arah Jalan Veteran maupun dari arah Jalan Dr M Isa. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Simpang empat lampu merah Kuto di Palembang, yang menjadi penghubung vital antara Jalan Kapten A Rivai, Jalan Veteran, dan Jalan Dr M Isa, kembali menjadi sorotan.

Kurangnya kesadaran pengendara motor dan mobil dalam mematuhi rambu lalu lintas menyebabkan kondisi lalu lintas di area ini kian semrawut dan mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

Pantauan di lokasi pada Jumat (23/5/2025) menunjukkan, pemandangan pengendara yang menerobos lampu merah secara sengaja adalah hal lumrah, baik dari arah Jalan Veteran maupun Jalan Dr M Isa.

Kondisi ini terjadi setiap hari, terutama saat jam kerja dan jam masuk sekolah, menimbulkan saling serobot yang berpotensi memicu kecelakaan serius.

Aris, salah satu penjaga parkir di Jalan Veteran, mengungkapkan bahwa insiden cekcok mulut hingga adu fisik antar pengendara sudah menjadi pemandangan biasa di simpang empat lampu merah Kuto.

"Kalau di Simpang empat lampu merah Kuto ini, sudah tak heran lagi kalau sama-sama pengendara (begocoan) saling pukul. Karena tidak mengalah dan saling serobot lampu merah," ujarnya.

Baca juga: Polrestabes Palembang Ungkap 213 Kasus 3C Selama Operasi Sikat Musi 2025

Menurut Aris, salah satu pemicu utama kurangnya kesadaran pengendara adalah tidak adanya petugas kepolisian yang berjaga secara rutin di area tersebut, terutama mengingat kepadatan lalu lintas dari berbagai jalur.

Ia menyoroti jalur dari Pasar Kuto menuju Jalan Dr M Isa, serta dari arah Veteran, sebagai titik-titik paling rawan penerobosan lampu merah.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Radipta, mengakui bahwa masih banyak pengendara yang mengabaikan aturan lalu lintas, termasuk lampu merah dan rambu-rambu yang ada.

"Menerobos lampu merah bukan hanya pelanggaran lalu lintas, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan juga pengguna jalan lainnya," tegas AKBP Finan. Ia juga menegaskan akan memberikan tindakan tegas bagi pengendara yang melanggar.

Dampak negatif dari penerobosan lampu merah sangat fatal, mulai dari kecelakaan, cedera, hingga kematian, serta kerugian finansial akibat denda atau perbaikan kendaraan.

Untuk itu, Satlantas Polrestabes Palembang mengimbau masyarakat untuk tertib dan sabar dalam berlalu lintas.

AKBP Finan menekankan bahwa tindakan seperti menerobos lampu merah, melawan arah, dan mengambil jalur pengguna jalan lain sangat membahayakan.

"Kami berupaya dengan tindakan preventif dan teguran apabila ada pelanggaran tersebut terjadi. Apabila berulang dan akan berdampak kepada kecelakaan, akan kami beri penindakan berupa tilang," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved