Gempa Bengkulu
Bengkulu Diguncang Gempa 4,9 SR, Sidang Eks Gubernur Rohidin Mersyah Sempat Dihentikan Sementara
Gempa tersebut terjadi saat sidang tengah memasuki pemeriksaan saksi, tepatnya saat Kepala Dinas Syarifudin diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
SRIPOKU.COM, BENGKULU - Sidang kasus dugaan pemerasan yang melibatkan mantan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah sempat terhenti beberapa menit pada Rabu (14/5/2025), setelah gempa bumi berkekuatan 4,9 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Bengkulu.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10:16 WIB dengan episenter berlokasi 36 kilometer barat daya Seluma, Bengkulu, dengan kedalaman 21 kilometer.
Gempa tersebut terjadi saat sidang tengah memasuki pemeriksaan saksi, tepatnya saat Kepala Dinas Syarifudin diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Tiba-tiba, ruang sidang terasa bergetar, dan Ketua Majelis Hakim, Faisol, langsung mengingatkan semua yang hadir di ruang sidang.
"Gempa ya, sebentar, sebentar," ujar Ketua Majelis Hakim sambil meminta JPU untuk menunggu.
Meski terjadi getaran yang cukup kuat, tidak ada kepanikan yang terjadi di ruang sidang.
Sejumlah pengunjung sidang tampak tetap waspada dan berjaga-jaga apabila terjadi gempa susulan yang lebih besar.
Namun, setelah beberapa menit, tidak ada lagi gempa susulan yang tercatat. Akhirnya, majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan seperti biasa.
Gempa Berpusat di Barat Daya Seluma
Pusat Wilayah Bengkulu kembali diguncang gempa bumi pada Rabu pagi (14/5/2025). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 4,9 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 10.16 WIB dengan pusat gempa berada di laut, tepatnya 36 kilometer barat daya Seluma, Bengkulu, di kedalaman 21 kilometer.
BMKG melaporkan bahwa gempa ini tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah barat Pulau Sumatera.
Episenter gempa berada pada koordinat 4,33 Lintang Selatan dan 102,37 Bujur Timur.
“Gempabumi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Getaran Dirasakan hingga Kota Bengkulu dan Kepahiang
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah seperti Manna dan Kota Bengkulu dengan Skala Intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. Sementara di Kepahiang, getaran tercatat dalam skala II-III MMI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/SIDANG-DIGUNCANG-GEMPA.jpg)