Tongkang Tabrak Rumah di Gandus
Tongkang Batubara Hantam Rumah Warga di Gandus Palembang, 1 Keluarga Dobrak Pintu Selamatkan Diri
ponton batubara menghantam permukiman warga yang berada di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di RT 07 dan RT 08 Laut, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus
Penulis: Mat Bodok | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan Gandus, Palembang, ketika sebuah tongkang batubara menghantam permukiman warga yang berada di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di RT 07 dan RT 08 Laut, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus.
Akibat terjangan tongkang yang diduga kosong tersebut, tujuh unit rumah warga dan jalan setapak bertiang di dua lokasi mengalami kerusakan parah, bahkan lima perahu nelayan dilaporkan hancur.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat tongkang batubara yang terombang-ambing akibat terpaan angin kencang menghantam rumah, warga sempat melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
Pantauan di lokasi pasca kejadian menunjukkan betapa dahsyatnya hantaman tongkang batubara tersebut.
Rumah-rumah warga tampak porak poranda. Tidak hanya bagian utama rumah, dapur, dan jamban, tetapi juga jalan setapak menuju rumah warga roboh, dengan tiang-tiang penyangga jembatan setapak patah.
Bahkan, beberapa tiang rumah warga terlihat miring dan bergeser akibat benturan keras dari tongkang batubara.
Ria (32), salah satu pemilik rumah yang terdampak, menceritakan bagaimana tongkang setinggi rumah itu menghantam gubuknya hingga rusak berat.
"Bayangkan tongkang setinggi rumah, menghantam rumah. Untung saja cepat keluar dari rumah kalau tidak mati sekeluarga," ujarnya dengan nada trauma, Sabtu (3/5/2025).
Saking kuatnya benturan, Ria bahkan harus merusak pintu rumahnya agar bisa keluar. Rumah tetangganya di belakang pun ikut terdampak, dengan tiang-tiang penyangga yang sudah miring akibat dorongan tongkang.
Warga yang tinggal di sepanjang pinggiran Sungai Musi berharap agar pemilik usaha ponton batubara tidak lagi menambatkan tongkang di area padat penduduk.
"Ponton batubara jangan ditambatkan di lokasi pemukiman padat penduduk," pinta warga dengan nada khawatir akan kejadian serupa di masa depan.
Camat Gandus, Jufriansyah SSTP MSi, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. Pihak pemerintah kecamatan telah mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung dampak kerusakan.
"Tidak ada korban jiwa dan hanya 7 unit rumah yang rusak berat, dan jalan setapak bertiang patah, dan perahu nelayan turut menjadi korban dari ponton batubara tersebut," jelas Jufriansyah.
Lebih lanjut, Jufriansyah mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari pihak RT setempat, perwakilan dari perusahaan pemilik ponton telah datang dan menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas segala kerugian yang dialami warga.
"Jadi kami meminta dari RT untuk segera mendata apapun kerugian yang akibat ponton batubara, baik kerugian materil maupun barang harta benda milik warga yang rusak," ujarnya, termasuk mendata tiang-tiang rumah warga yang miring akibat benturan.
Jufriansyah juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama mengingat saat ini masih musim penghujan yang berpotensi menyebabkan angin kencang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/batubara-roboh-gandus.jpg)