Waspada Cuaca Ekstrem! Sumsel Alami Suhu Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG Sumsel

Sumsel mengalami peningkatan suhu udara yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, kondisi terik menyengat terasa sejak pagi hingga siang

Penulis: Hartati | Editor: adi kurniawan
Istimewa
ILUSTRASI CUACA - BMKG Sumsel memprediksi kemarau di Sumsel akan terjadi pada pertengahan Mei puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung, Juni, Juli, Agustus. Sumsel mengalami peningkatan suhu udara yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, kondisi terik menyengat terasa sejak pagi hingga siang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan mengalami peningkatan suhu udara yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, kondisi terik menyengat terasa sejak pagi hingga siang hari, lebih panas dari biasanya.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara terendah hari ini di Pagar Alam sebesar 27 derajat Celsius dan tertinggi di Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 31 derajat Celsius.

Pengukuran suhu maksimal selama tiga hari terakhir menunjukkan tren peningkatan, dengan suhu tertinggi tercatat 32,7 derajat Celsius pada 14 April, 33,1 derajat Celsius pada 15 April, dan kembali 33,1 derajat Celsius pada hari ini, Rabu (16/4/2025).

BMKG Sumsel memprediksi suhu udara tertinggi di Sumsel besok, Kamis (17/4/2025), akan mencapai 31 derajat Celsius.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, MSi, menjelaskan bahwa fenomena suhu panas terik ini disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer.

Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Sumsel didominasi oleh langit cerah dan minimnya pertumbuhan awan, terutama pada pagi hingga siang hari.

Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan bahwa posisi Matahari yang masih dekat dengan ekuator dan bergerak menuju utara juga menjadi salah satu pemicu.

Meskipun Sumsel terletak dekat dengan ekuator dan mengalami perbedaan posisi matahari yang relatif kecil, faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara memiliki dampak lebih besar terhadap kondisi suhu terik saat ini.

Meskipun demikian, Siswanto mengingatkan bahwa Sumsel saat ini masih berada dalam periode puncak musim hujan kedua pada bulan April 2025, sehingga kondisi cuaca masih sangat bervariasi.

Pada sore hari, awan-awan konvektif mulai terbentuk signifikan, terutama di wilayah Barat, Utara, Timur, dan Tengah Sumsel, akibat radiasi matahari yang besar pada pagi hingga siang hari memicu pengangkatan massa udara.

"Oleh karena itu, selama periode musim ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es," ujar Siswanto.

Masyarakat diimbau untuk selalu mempersiapkan diri dengan membawa perlengkapan seperti payung dan jaket, serta menghindari berteduh atau beraktivitas di dekat pohon rindang atau papan reklame.

Pengendara di jalur darat juga diminta berhati-hati jika terjadi hujan yang dapat menyebabkan jalanan licin.

Secara umum, masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, longsor, dan kerusakan infrastruktur.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi seperti website (https://cuaca.bmkg.go.id/ dan www.bmkg.go.id) serta media sosial Instagram/Facebook (@infocuacasumsel).

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved