Berita Palembang

Hujan Deras Semalam Lumpuhkan KM 12 Palembang, Banjir Rendam Rumah dan Jalan Lintas

Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang selama lebih dari satu jam pada Minggu malam (13/4/2025) mengakibatkan banjir parah di KM 12 Palembang.

Tayang:
Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: tarso romli
sripoku.com/syahrul hidayat
BANJIR KM 12 - Sebuah warung manisan milik warga di pinggir Jalan Lintas Sumatera Palembang-Betung terendam banjir pasca kota Palembang diguyur hujan deras, Senin (14/4/2025). Tampak warung tampal ban terendam hingga tidak bisa beraktivitas. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang selama lebih dari satu jam pada Minggu malam (13/4/2025) mengakibatkan banjir parah di kawasan Alang Alang Lebar KM 12 pada Senin (14/4/2025).

Dampaknya melumpuhkan aktivitas warga, menutup sejumlah warung, dan menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Lintas Sumatera, Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air setinggi betis orang dewasa merendam kawasan kanan kiri Jalintim Palembang-Betung dari Simpang Kades KM 12 hingga batas kota Palembang. Kondisi ini memaksa sejumlah pemilik ruko untuk menutup tempat usaha mereka.

"Hujan deras semalam, paginya tidak bisa buka," keluh Tinah (36), seorang pemilik ruko.

Pedagang lainnya juga terlihat berupaya menguras air yang sempat merendam warung mereka. "Padahal sudah dipasang pembatas tapi saking tinggi air masuk juga, untung lah kerupuk dan kempelang ditempatkan lebih tinggi jadi aman," ujar seorang pedagang oleh-oleh.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di pemukiman warga di Jalan Taman Murni Lr Family, Kelurahan Alang Alang Lebar. Air setinggi 40 cm bahkan masuk ke dalam rumah warga. Sulton (43), Ketua RT 16 setempat, mengungkapkan bahwa banjir sudah menjadi langganan di wilayahnya sejak tahun 2014.

"Setiap hujan 1 jam saja sudah banjir," ujarnya prihatin. Ia menyoroti adanya perubahan pada aliran air di pinggir jalan yang dulunya dalam, namun kini dangkal, diduga menjadi salah satu penyebab semakin parahnya banjir. "Untuk rumah saya pribadi sudah masuk juga air setinggi 40 cm," tambahnya.

Warga tampak berjibaku memompa air keluar dari rumah mereka yang terendam. Budi, salah seorang warga, terlihat menyiagakan pompa air di depan rumahnya. Tanti (50), warga lainnya, dengan nada pasrah mengungkapkan keluh kesahnya, "Bertahun tahun kami seperti ini bila habis hujan deras. Dak bisa begawe lain lagi pak. Ini saja belum masak sibuk nyedok air dari rumah yang sudah terendam."

Selain pemukiman dan pertokoan, banjir juga merendam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) KM 12. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar, bahkan tak sedikit pengendara motor nekat menerobos genangan air demi mendapatkan BBM.

Dampak banjir juga terasa signifikan pada arus lalu lintas di Jalan Palembang-Betung. Kemacetan panjang tak terhindarkan akibat genangan air yang menghambat laju kendaraan.

Warga berharap pemerintah Kota Palembang segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan banjir yang terus berulang di kawasan ini. Perbaikan sistem drainase dan normalisasi aliran air menjadi tuntutan utama agar aktivitas warga tidak terus menerus terganggu setiap kali hujan deras melanda.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved