Berita OKU Timur

Melihat Bendung Perjaya Martapura, Simbol Keasrian dan Sumber Kehidupan di Jantung OKU Timur

Bendung yang jadi sumber irigasi sawah ini juga jadi tempat wisata favorit dan ladang rezeki warga sekitar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Odi Aria
Tribun Sumsel/Choirul
Bendung Perjaya yang berlokasi di Desa Perjaya menjadi urat nadi pertanian masyarakat OKU Timur. Bendung yang jadi sumber irigasi sawah ini juga jadi tempat wisata favorit dan ladang rezeki warga sekitar. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu daerah yang menyimpan pesona alam sekaligus potensi ekonomi yang luar biasa. 

Salah satu ikon yang kini menjadi magnet bagi warga lokal maupun luar daerah adalah Bendung Perjaya yang terletak di Desa Perjaya, Kecamatan Martapura.

Bendung Perjaya sejatinya bukan sekadar infrastruktur pengairan biasa. Dibangun di atas aliran Sungai Komering, bendung ini awalnya difungsikan untuk mengairi ribuan hektare lahan persawahan yang tersebar di wilayah OKU Timur, yang merupakan lumbung padi andalan di Provinsi Sumatera Selatan.

Keberadaan bendung ini telah menjadi denyut nadi pertanian yang menyuburkan sawah-sawah masyarakat di sekitarnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Bendung Perjaya berkembang menjadi lebih dari sekadar pengatur irigasi. 

Pemandangan alam di sekitarnya yang asri, aliran air yang jernih, serta gemericik suara sungai yang menenangkan, menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata alternatif bagi warga OKU Timur dan sekitarnya.

Terletak hanya sekitar 4 kilometer dari poros Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Kotabaru, Bendung Perjaya sangat mudah dijangkau, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersantai, memancing, atau sekadar menikmati semilir angin dan panorama alam dapat mengakses bendung ini melalui ruas jalan provinsi yang menghubungkan Martapura dengan wilayah Belitang.

Suasana alam yang hijau dan udara yang segar menjadi daya tarik tersendiri, terlebih saat sore hari, ketika matahari mulai condong ke barat dan langit memancarkan cahaya keemasan di atas permukaan Sungai Komering.

Tak hanya menawarkan pemandangan yang memanjakan mata, Bendung Perjaya juga menjadi surga bagi para pencari ikan tradisional.

Di sepanjang bantaran sungai, deretan warga menjajakan hasil tangkapan mereka. Ikan-ikan asli Sungai Komering seperti Seluang, Baung, hingga Lampam menjadi primadona bagi pemburu kuliner khas air tawar.

Proses penangkapan ikan yang masih dilakukan dengan cara tradisional seperti menjala, memancing atau memasang bubu, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa kearifan lokal.


Selain ikan, di sekitar Bendung Perjaya juga berjejer warung-warung kecil milik warga lokal yang menawarkan aneka makanan dan minuman ringan.

Mulai dari gorengan, mie instan, hingga minuman segar seperti es kelapa muda tersedia untuk memanjakan para pelancong yang beristirahat di bawah rindangnya pepohonan.

Eka (38), warga Desa Perjaya, mengaku sejak puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari hasil menjaring ikan di Bendung Perjaya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved