Harga Emas di Palembang

Harga Emas Palembang Kembali Menguat, Nyaris Sentuh Rp 10 Juta per Suku

Setelah sempat mengalami penurunan harga selama dua hari berturut-turut, harga emas perhiasan di Palembang

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Hartati
HARGA EMAS NAIK -Setelah sempat mengalami penurunan harga selama dua hari berturut-turut, harga emas perhiasan di Palembang kembali menunjukkan tren kenaikan pada hari ini, Rabu (9/4/2025). Pantauan di sejumlah toko emas menunjukkan harga jual emas perhiasan kini berada di kisaran Rp 9,8 juta hingga Rp 9,9 juta per suku. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah sempat mengalami penurunan harga selama dua hari berturut-turut, harga emas perhiasan di Palembang kembali menunjukkan tren kenaikan pada hari ini, Rabu (9/4/2025).

Pantauan di sejumlah toko emas menunjukkan harga jual emas perhiasan kini berada di kisaran Rp 9,8 juta hingga Rp 9,9 juta per suku.

 Angka ini mengalami kenaikan signifikan hingga Rp 150 ribu per suku dibandingkan harga pada hari sebelumnya yang berada di angka Rp 9.750.000 per suku.

Perbedaan harga jual tersebut dipengaruhi oleh tingkat kerumitan dalam pembuatan perhiasan serta model yang ditawarkan.

Perhiasan dengan tingkat kerumitan tinggi dan model terbaru cenderung dibanderol dengan harga lebih mahal, mencapai Rp 9,9 juta per suku.

Sementara itu, model perhiasan yang lebih sederhana dan merupakan produksi lama dijual dengan harga yang lebih rendah, yakni Rp 9,8 juta per suku.

Kenaikan harga juga terjadi pada penjualan emas perhiasan per gram. Hari ini, harga emas perhiasan mencapai Rp 1.462.000 per gram, naik sebesar Rp 7 ribu per gram dibandingkan harga kemarin yang berada di angka Rp 1.455.000 per gram.

Harga ini berlaku untuk emas perhiasan dengan berat 6,7 gram atau setara satu suku untuk emas perhiasan kadar 22 karat atau 92 persen, dan sudah termasuk biaya upah di toko emas Makmur Jaya yang berlokasi di terminal Perumnas Palembang.

Senada dengan itu, harga emas di toko emas Laris yang berada di Pasar 16 juga mengalami kenaikan, mencapai Rp 9.950.000 per suku.

Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 100 ribu dibandingkan harga kemarin yang dipatok sebesar Rp 9.850.000 per suku.

Menurut para pedagang emas, kenaikan harga emas ini dipicu oleh sejumlah faktor global.

Salah satunya adalah imbas dari potensi kenaikan perang tarif dagang Amerika Serikat yang juga dibarengi dengan ketidakpastian kebijakan inflasi The Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga bank sentral Amerika.

Kondisi ini menciptakan ketidakstabilan ekonomi global.

Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat juga turut berkontribusi pada kenaikan harga emas. Faktor geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus memanas juga semakin memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven, mendorong harganya terus menguning.

Para analis memprediksi bahwa harga emas berpotensi untuk memecahkan rekor harga baru dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi pasar yang saat ini cenderung menghindari risiko (risk-off) semakin memperkuat daya tarik emas. Bahkan, harga emas diperkirakan akan mencetak rekor tertinggi baru pada kuartal II-2025 mendatang, didorong oleh berbagai faktor mulai dari kondisi ekonomi global hingga ketidakstabilan geopolitik.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved