Kunci Jawaban

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Halaman 36 Kurikulum Merdeka, Pertanyaan Diskusi, Pangeran Diponegoro

Berikut ini merupakan kunci jawaban IPAS kelas 6 SD halaman 36 Kurikulum Merdeka, soal Pertanyaan Diskusi, Perjuangan Pangeran Diponegoro.

Penulis: Ayu Wahyuni | Editor: Ayu Wahyuni
buku.kemdikbud.go.id
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - IPAS kelas 6 SD halaman 36 Kurikulum Merdeka, soal Pertanyaan Diskusi. 

SRIPOKU.COM - Berikut ini merupakan kunci jawaban IPAS kelas 6 SD halaman 36 Kurikulum Merdeka.

Setelah membaca teks Perang Jawa: Perjuangan Pangeran Diponegoro, siswa diminta untuk menjawab soal Pertanyaan Diskusi yang ada di buku IPAS kelas 6 SD halaman 36 Kurikulum Merdeka.

Melansir melalui YouTube Media Pembelajaran, berikut adalah kunci jawaban soal Pertanyaan Diskusi yang siswa bisa pelajari.

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Halaman 33 Kurikulum Merdeka, Topik B, Soal Pertanyaan Esensial

Perang Jawa: Perjuangan Pangeran Diponegoro

Memasuki abad ke-19 keadaan di Jawa, khususnya di Surakarta dan Yogyakarta semakin memprihatinkan. Intervensi pemerintah Belanda melahirkan konflik baru di lingkungan kerajaan. Mereka berani memunculkan budaya Barat yang tidak sesuai dengan budaya nusantara, seperti minum-minuman keras. Belanda juga membuat kebijakan baru dengan menaikkan pajak, serta berani memasang patok-patok pembuatan jalan di atas tanah leluhur Kesultanan Yogyakarta. Hal tersebut menyebabkan Pangeran Diponegoro sangat marah dan menyatakan perang dibantu pasukan kerajaan.

Saat perang, Pangeran Diponegoro menerapkan taktik gerilya dengan cara menyerang secara tiba-tiba dan memutus jalur pengiriman makanan bagi pasukan Belanda. Hal ini membuat Belanda mengalami banyak kekalahan saat menghadapi pasukan Pangeran Diponegoro. Untuk mengatasinya, Belanda di bawah pimpinan Jenderal de Kock memanggil bala bantuan tentara Belanda dari wilayah Sumatera, Sulawesi, dan merekrut tentara yang didatangkan dari Afrika dan Pantai Gading untuk menambah jumlah tentara.

Selain itu, sang Jenderal juga menerapkan strategi baru yang dikenal dengan Benteng Stelsel, yakni membangun banyak benteng untuk mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Hal ini membuat pasukan Diponegoro terdesak dan mengalami banyak kekalahan sehingga terpaksa berunding dengan Belanda. Saat datang ke tempat perundingan, Belanda berbuat licik dengan menangkap Pangeran Diponegoro dan mengasingkannya ke Makassar, Sulawesi Selatan sampai beliau meninggal di pengasingan pada tahun 1855.

Perang Diponegoro atau dikenal dengan Perang Jawa dimasukkan dalam The Great War oleh orang Eropa karena berhasil membuat Belanda sampai mengerahkan 50.000 tentara. Belanda mengalami banyak kerugian sehingga memunculkan ide cultuurstelsel untuk mengganti kerugian dari perang ini.

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Halaman 30 Kurikulum Merdeka, Soal Pertanyaan Mari Refleksikan

Pertanyaan Diskusi

1. Bagaimana strategi Pangeran Diponegoro dalam melawan pasukan Belanda?

2. Bagaimana sikap Belanda saat melakukan perundingan dengan Pangeran Diponegoro?

3. Apa yang menjadikan Perang Jawa termasuk The Great War menurut orang Eropa?

4. Apa manfaat yang bisa diambil dari kejadian di atas?

Jawaban :

1. Pangeran Diponegoro menggunakan taktik gerilya dengan cara menyerang secara tiba-tiba dan memutus jalur pengiriman makanan bagi pasukan Belanda.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved