Berita Palembang
Palembang Simpan 265 Varian Kuliner Tradisional, Potensi Wisata yang Kaya Rasa
Berdasarkan hasil penelitian Sumarni Bayu Anita yang merupakan mahasiswi S3 Ilmu Komunikasi FIKOM Universitas Padjadjaran, ada 265 varian kuliner
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Palembang sebagai kota tertua di Nusantara memiliki kekayaan kuliner yang khas dan beragam, yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakatnya.
Berdasarkan hasil penelitian Sumarni Bayu Anita yang merupakan mahasiswi S3 Ilmu Komunikasi FIKOM Universitas Padjadjaran, ada 265 varian kuliner tradisional khas Palembang.
"Berdasarkan hasil identifikasi yang saya lakukan ada 265 varian kuliner tradisional khas Palembang," kata Sumarni Bayu Anita saat Focus Group Discussion (FGD) Validasi Klasifikasi Kuliner Palembang dan Dinamika Instagram dalam Budaya Jelajah Kuliner Palembang di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Rabu (19/3/2025).
Sumarni Bayu Anita menjelaskan, bahwa ia melakukan identifikasi tersebut untuk disertai S3 nya, yang sebelumnya sudah mewawancarai beberapa narasumber seperti Budayawan dan Sejarawan Kuliner Palembang RM Ali Hanafiah dan Yudhy Syarofie.
Lalu, Sahabat Cagar Budaya – Gastronomi Sumsel, Robby Sunata. Influencer/Foodgram Dina Oktaviany, Ketua Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang dan UMKM Kuliner Palembang Pempek Cek Molek Yenny Anggraini dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Cahyo Sulistyaningsih.
"Mereka mengusulkan untuk dibuat FGD, maka saya buat FGD ini. Supaya bisa menetapkan klasifikasi kuliner Palembang secara akademis dan praktis. Lalu mengidentifikasi strategi konten Instagram yang efektif untuk kuliner Palembang dan lain-lain," kata Dosen Ilmu Komunikasi di Stisipol Candradimuka.
Menurutnya berdasarkan FGD ternyata masih banyak juga kuliner khas Palembang yang belum masuk. Untuk itu hasilnya nanti bisa jadi lebih dari 265 kuliner khas Palembang.
Sebanyak 265 kuliner Palembang ini seperti srikayo, roti goreng, roti koing, putu mayang, sagon, gunjing, jando beraes, jongkong, telok abang, telok ikan, beragama kue basa, pempek dan lain-lain.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Pandji Tjahjanto mengatakan, ternyata masih banyak kuliner di Sumsel khususnya Palembang yang belum dikenalkan ke masyarakat.
"Maka hasilnya ini nanti diharapkan bisa jadi pengembangan kita. Karena salah satu misi gubernur Sumsel 2025-2030 yaitu Sumsel wonderful 2030. Jadi selain wisata sport, budaya juga kuliner," kata Pandji.
Menurutnya, ia senang kalau 265 kuliner ini nantinya bisa di publikasikan, sehingga jadi kekayaan wisata dan kuliner di Sumsel, khususnya Palembang.
Antisipasi Kemacetan Saat Demo Mahasiswa, Polrestabes Palembang Bakal Siapkan Rekayasa Lalu Lintas |
![]() |
---|
Ribuan Mahasiswa di Sumsel Batal Gelar Demo di Gedung DPRD Sumsel Hari Ini, Diundur 1 September |
![]() |
---|
GEBU Minang Revitalisasi dan Beri Modal ke Pemilik RM Putra Minang yang Terbakar di Palembang |
![]() |
---|
Pembayaran Parkir Bandara Nontunai Sebabkan Antrean Panjang, Pengelola Sebut Proses Migrasi |
![]() |
---|
Hanya Enam dari 49 Bis Kaleng Boleh Beroperasi Masuk Kampus Unsri, Terhambat Aturan Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.