Berita Palembang
Semangat Petani Pasang Surut tak Pernah Surut
Namun, hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengolah lahan dan menghasilkan panen yang melimpah.
Penulis: syahrul hidayat | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Semangat para petani di lahan pasang surut Sumatera Selatan tak pernah padam, meski menghadapi tantangan alam yang berat. Tahun ini, curah air yang tinggi dan lama membuat masa tanam padi mundur hingga bulan Mei.
Namun, hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengolah lahan dan menghasilkan panen yang melimpah.
"Tahun ini air cukup tinggi dan lama, jadi kami akan masuk masa tanam berkisar bulan Mei," ujar Bik Minah (59), petani Desa Ibul Pemulutan, Senin (17/2/2025).
Janang (67), petani dari Karyajaya Kertapati, menambahkan bahwa tantangan utama adalah perubahan iklim. "Proses padi pasang surut ini banyak tantangan. Kalau lama kemaraunya, kita akan terdampak karhutla. Bila lama pasangnya, ya masa tanam pasti mundur," katanya.
Dukungan Pusri dan Pupuk Berkualitas
Di tengah tantangan tersebut, para petani terus berupaya meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan pupuk yang tepat. "Untuk pupuk, kita dapat dari Pusri atau Pupuk Indonesia. Yang pas dengan kondisi dan karakter alam pasang surut," ungkap Janang.
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, terus berkomitmen untuk mendukung pertanian berkelanjutan di lahan pasang surut. Berbagai program dan inovasi dilakukan untuk membantu petani meningkatkan hasil panen dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dukungan Pusri dan semangat pantang menyerah para petani menjadi kunci keberhasilan pertanian pasang surut di Sumatera Selatan. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan sektor pertanian dapat terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Peran Pupuk Indonesia dalam Swasembada Pangan
Sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dan arahan Kementerian BUMN dalam mewujudkan swasembada pangan, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya sebagai produsen pupuk berkualitas melalui pengembangan teknologi dan inovasi berkelanjutan.
Sepanjang 2024 hingga awal 2025, Pupuk Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian strategis, mulai dari digitalisasi layanan, penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat waktu, hingga revitalisasi pabrik guna mencukupi kebutuhan pupuk nasional.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam kunjungan ke pabrik Pusri III-B di Palembang, Kamis (13/2/2025). Rahmad menuturkan bahwa dengan kapasitas produksi sebesar 14,6 juta ton, Pupuk Indonesia merupakan produsen pupuk berbasis nitrogen terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara.
Revitalisasi Pabrik Pusri III-B
Dalam kunjungan tersebut, Rahmad Pribadi juga mengungkapkan revitalisasi Pusri III-B bertujuan agar pabrik yang telah berusia lebih dari 40 tahun itu bisa lebih hemat energi dan mengurangi emisi karbon. Selain itu, pengembangan pabrik ini juga dilakukan agar penggunaan bahan baku menjadi lebih efisien.
Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan berkomitmen menyelesaikan proyek revitalisasi ini secara tepat waktu dan tepat anggaran. Menurutnya, revitalisasi ini merupakan wujud nyata dukungan Pusri sebagai anak usaha Pupuk Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah dan meningkatkan produktivitas petani.
| Kader PDIP Eksodus ke PSI Sumsel, Ada Eks Bupati PALI hingga Mantan Ketua DPRD |
|
|---|
| Terbaik di Sumatera–Babel, Palembang Raih Akreditasi A Penyelenggara Penilaian Kompetensi dari BKN |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Kesultanan Palembang Darussalam, Lawang Borotan Jadi 'Saksi Bisu' SMB II Diasingkan |
|
|---|
| Bandit Jambret Beraksi di Pemukiman Warga 15 Ulu Palembang, Incar Anak-Anak yang Lagi Main HP |
|
|---|
| PDIP Sumsel Wajibkan Kader Turun ke Rakyat, Ancam Sanksi Pemecatan bagi yang Hanya di Zona Nyaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Petani-desa-ibul.jpg)