Berita Palembang

Semangat Petani Pasang Surut tak Pernah Surut

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengolah lahan dan menghasilkan panen yang melimpah.

Penulis: syahrul hidayat | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM /Syahrul Hidayat
SEMANGAT PANTANG  SURUT - Dua petani Desa Ibul, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, secara manual membuka lahan sawah pasang surut, Senin (17/2/2025). Tingginya permukaan air pasang surut diperkirakan masa tanam akan mundur sekitar bulan Mei 2025 ini. Namun semangat petani pasang surut tidak pernah surut demi swasembada pangan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Semangat para petani di lahan pasang surut Sumatera Selatan tak pernah padam, meski menghadapi tantangan alam yang berat. Tahun ini, curah air yang tinggi dan lama membuat masa tanam padi mundur hingga bulan Mei.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengolah lahan dan menghasilkan panen yang melimpah.

"Tahun ini air cukup tinggi dan lama, jadi kami akan masuk masa tanam berkisar bulan Mei," ujar Bik Minah (59), petani Desa Ibul Pemulutan, Senin (17/2/2025).

BAWA HASIL PANEN - Keluarga petani menggunakan perahu jukung bermuatkan karung beras hasil panen melintas di Sungai Musi, Senin (13/1/2025), untuk dijual ke pasar tradisional Palembang.
BAWA HASIL PANEN - Keluarga petani menggunakan perahu jukung bermuatkan karung beras hasil panen melintas di Sungai Musi, Senin (13/1/2025), untuk dijual ke pasar tradisional Palembang. (SRIPOKU.COM /Syahrul Hidayat)

Janang (67), petani dari Karyajaya Kertapati, menambahkan bahwa tantangan utama adalah perubahan iklim. "Proses padi pasang surut ini banyak tantangan. Kalau lama kemaraunya, kita akan terdampak karhutla. Bila lama pasangnya, ya masa tanam pasti mundur," katanya.

Dukungan Pusri dan Pupuk Berkualitas

Di tengah tantangan tersebut, para petani terus berupaya meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan pupuk yang tepat. "Untuk pupuk, kita dapat dari Pusri atau Pupuk Indonesia. Yang pas dengan kondisi dan karakter alam pasang surut," ungkap Janang.

PANEN PADI --- Petani pasang surut Desa Karyajaya, Kertapati Palembang, asyik panen padi milik sawahnya. Tantangan di persawahan pasang surut membuat petani lebih paham karakter alam. Berkat pupuk dari Pusri yang tepat pada lahan pasang surut serta edukasi, petani terus bersemangat untuk panen.
PANEN PADI --- Petani pasang surut Desa Karyajaya, Kertapati Palembang, asyik panen padi milik sawahnya. Tantangan di persawahan pasang surut membuat petani lebih paham karakter alam. Berkat pupuk dari Pusri yang tepat pada lahan pasang surut serta edukasi, petani terus bersemangat untuk panen. (SRIPOKU.COM /Syahrul Hidayat)

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, terus berkomitmen untuk mendukung pertanian berkelanjutan di lahan pasang surut. Berbagai program dan inovasi dilakukan untuk membantu petani meningkatkan hasil panen dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dukungan Pusri dan semangat pantang menyerah para petani menjadi kunci keberhasilan pertanian pasang surut di Sumatera Selatan. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan sektor pertanian dapat terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Peran Pupuk Indonesia dalam Swasembada Pangan

Sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dan arahan Kementerian BUMN dalam mewujudkan swasembada pangan, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya sebagai produsen pupuk berkualitas melalui pengembangan teknologi dan inovasi berkelanjutan.

PANEN PADI --- Petani pasang surut Desa Karyajaya, Kertapati Palembang, asyik panen padi milik sawahnya. Tantangan di persawahan pasang surut membuat petani lebih paham karakter alam. Berkat pupuk dari Pusri yang tepat pada lahan pasang surut serta edukasi, petani terus bersemangat untuk panen.
PANEN PADI --- Petani pasang surut Desa Karyajaya, Kertapati Palembang, asyik panen padi milik sawahnya. Tantangan di persawahan pasang surut membuat petani lebih paham karakter alam. Berkat pupuk dari Pusri yang tepat pada lahan pasang surut serta edukasi, petani terus bersemangat untuk panen. (SRIPOKU.COM /Syahrul Hidayat)

Sepanjang 2024 hingga awal 2025, Pupuk Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian strategis, mulai dari digitalisasi layanan, penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat waktu, hingga revitalisasi pabrik guna mencukupi kebutuhan pupuk nasional.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam kunjungan ke pabrik Pusri III-B di Palembang, Kamis (13/2/2025). Rahmad menuturkan bahwa dengan kapasitas produksi sebesar 14,6 juta ton, Pupuk Indonesia merupakan produsen pupuk berbasis nitrogen terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Revitalisasi Pabrik Pusri III-B

Dalam kunjungan tersebut, Rahmad Pribadi juga mengungkapkan revitalisasi Pusri III-B bertujuan agar pabrik yang telah berusia lebih dari 40 tahun itu bisa lebih hemat energi dan mengurangi emisi karbon. Selain itu, pengembangan pabrik ini juga dilakukan agar penggunaan bahan baku menjadi lebih efisien.

Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan berkomitmen menyelesaikan proyek revitalisasi ini secara tepat waktu dan tepat anggaran. Menurutnya, revitalisasi ini merupakan wujud nyata dukungan Pusri sebagai anak usaha Pupuk Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah dan meningkatkan produktivitas petani.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved