Berita OKU Timur

OKU Timur Dilanda Banjir, Dua Sungai Meluap, Persawahan dan Pemukiman Warga Terendam

Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan dua sungai di Kabupaten OKU Timur

Tayang:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Odi Aria
Handout
BANJIR-- Terlihat kondisi banjir yang masuk ke pemukiman masyarakat di Tegal Rejo, Kecamatan Belitang, Minggu (23/02/2025). Hujan deras melanda beberapa daerah di Kabupaten OKU Timur mengakibatkan banjir di dua sungai. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA– Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan dua sungai di Kabupaten OKU Timur, yakni Sungai Macak dan Sungai Belitang, meluap dan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto, menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi pada Minggu (23/2/2025) dini hari menyebabkan dua sungai tersebut meluap.

"Akibat meluapnya Sungai Macak, jalan di Desa Karang Jadi, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur terendam pada Minggu pagi, namun air sudah surut pada sore harinya dan jalan sudah bisa dilalui," jelasnya, Senin (24/2/2025).

Selain itu, luapan Sungai Belitang menyebabkan banjir di pemukiman warga di Dusun 3 RT 13, Desa Tegalrejo, Kecamatan Belitang.

"Ada pagar rumah warga yang roboh dan masuk ke aliran sungai kecil, menghambat arus air dan menyebabkan banjir," tambahnya.

Meski demikian, aliran sungai kecil tersebut telah dinormalisasi, dan pagar yang menghambat aliran air telah dibongkar menggunakan alat berat.

Banjir juga melanda Desa Cahya Negeri dan Sriwangi Ulu di Kecamatan Semendawai Suku III, OKU Timur, dengan dampak banjir yang menggenangi area persawahan dan jalan utama yang menghubungkan desa-desa tersebut.

Warga setempat mengaku terkejut dengan kenaikan air yang begitu cepat. "Kemarin sore airnya belum tinggi, tapi pagi ini air sudah naik drastis. Beberapa titik jalan sulit dilalui kendaraan," kata Joko, salah seorang warga.

Penyebab utama banjir adalah meluapnya Sungai Macak yang menyebabkan air merendam area persawahan dan jalan utama. Banjir ini menyebabkan akses warga terganggu, terutama petani yang hendak menuju sawah mereka.

Kepala Desa Sriwangi Ulu, Bambang Irawan, membenarkan bahwa banjir memang terjadi di wilayahnya, namun ia memastikan rumah warga tetap aman.

"Banjir hanya menggenangi area persawahan dan jalan menuju Desa Cahya Negeri. Rumah warga tidak ada yang terendam, dan jika tidak ada hujan lagi, air akan cepat surut," jelas Bambang.

Meski demikian, Bambang mengimbau agar warga tetap waspada, terutama petani yang khawatir tanaman padi mereka terendam lebih lama.

"Padi yang sudah cukup tinggi masih aman meskipun sawah tergenang, namun petani harus tetap waspada jika hujan kembali turun dalam waktu dekat," tambahnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved