Profil dan Sosok
Kelurahan Karang Anyar Palembang Andalkan Program PTSL untuk Kesejahteraan Warga
Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan, memiliki luas wilayah 90 hektar
Penulis: Mat Bodok | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan, memiliki luas wilayah 90 hektar dengan kondisi geografis yang unik, terdiri dari daratan dan sungai.
Kelurahan ini berbatasan dengan Kelurahan Bukit Lama di utara, Sungai Musi di selatan, Kelurahan 36 Ilir di timur, dan Kelurahan Karang Jaya di barat.
Berdiri sejak tahun 2002 setelah pemekaran Kecamatan Ilir Barat II dengan Kecamatan Gandus, Kelurahan Karang Anyar kini memiliki jumlah penduduk 14.987 jiwa dengan 3.987 Kartu Keluarga (KK), yang tersebar di 43 RT dan 11 RW.
Lurah Karang Anyar Teguh SH, menjelaskan bahwa hubungan sosial antar warga di wilayahnya cukup harmonis. Meski sempat ada beberapa permasalahan yang viral, namun saat ini situasi sudah kembali kondusif.
Program unggulan kelurahan saat ini adalah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang menjadi fokus utama karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan sertifikat tanah gratis kepada warga.
"Program PTSL ini sebenarnya program lanjutan dari pusat ke bawah, dan program ini menurut kami di kelurahan sangat penting dan harus dijalankan sampai masyarakat memiliki sertifikat kepemilikan tanah asli," kata Teguh.
Pada tahun 2024 lalu, sebanyak 351 warga Karang Anyar mengajukan PTSL dan diusulkan ke Badan Pertanahan Negara (BPN).
Namun, hingga saat ini baru 291 persil yang terealisasi. Sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2025 ini, dengan alokasi dari BPN hanya 100 persil.
Kelurahan Karang Anyar juga memiliki ikon destinasi wisata religi, yaitu Masjid Al Saleh yang megah di pinggiran Kota Palembang. Selain itu, ada juga Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.
Teguh berharap dapat menata Karang Anyar menjadi lebih baik lagi, dengan dukungan dari berbagai pihak.
Ia menyoroti kondisi jalan Syakirti yang terlihat kumuh karena warga membangun usaha di pinggir jalan tanpa memperhatikan lingkungan. Hal ini yang ingin diperbaiki agar dapat menarik wisatawan.
"Kalau lingkungan kita tata rapi, Insya Allah banyak wisatawan yang datang ke Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, dan kunjungan ke kuliner yang ada di sini. Karena di sini ada kuliner lontong yang tak henti memproduksi untuk di konsumsi dan dipasarkan di Wilayah Palembang," tandas Lurah Karang Anyar Teguh.
| Motif Emma Waroka Nimbrung Prahara Denada dan Ressa Rizky Rossano, Aku Satu Anak Aja Nggak Ada |
|
|---|
| Profil Kombes Edy Setianto, Kapolresta Sleman yang Minta Maaf Usai Dicecar Komisi III DPR RI |
|
|---|
| Profil PT INKA, Produsen Lokal yang Berhasil Bikin LRT Palembang Jadi Andalan Transportasi Modern |
|
|---|
| Marlina Sylvia Jadi Doktor Pertama Bidang Teknik Sipil Spesialis Pengendalian Banjir di Unsri |
|
|---|
| PROFIL Aisha Retno, Penyanyi Jadi Sorotan Pasca Sebut Batik dari Malaysia saat Beri ke Ariana Grande |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/PTSL-karang-anyar.jpg)